5 FAKTA INDAH BEKTI PERTIWI RUMAHNYA DIGELEDAH KPK, CAIRKAN SUAP KE BUPATI SUGIRI SANCOKO

- Penulis

Kamis, 13 November 2025 - 03:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id | JAKARTA,Rabu (12/11/2025) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Tim antirasuah menggeledah rumah Indah Bekti Pertiwi, seorang pengusaha dan selebgram lokal yang disebut-sebut sebagai teman dekat Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo, Yunus Mahatma.

Indah Bekti Pertiwi menjadi sorotan KPK karena diduga memiliki peran vital sebagai pihak yang mencarikan dan mencairkan dana suap yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Pengeledahan dilakukan tidak lama setelah Indah tiba di rumahnya, menunjukkan ia merupakan saksi kunci yang sangat dicari dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Berikut lima fakta lengkap mengenai Indah Bekti Pertiwi selengkapnya:

1. Penggeledahan Rumah

Pantauan Pers kepada tim anti rasuah itu datang ke rumah Indah Bekti Pertiwi di Kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo sekitar pukul 16.25 WIB.Indah Bekti Pertiwi pun baru sampai di rumahnya ketika tim KPK datang.Saat itu, Indah Bekti Pertiwi terlihat menggunakan kaos berwarna putih dan celana jins.Indah tidak sendiri, namun tiba di rumah bersama anaknya.Ketika Indah Bekti Pertiwi masuk ke dalam rumah, pintu gerbang pintu langsung ditutup polisi.Terlihat, polisi dengan senjata lengkap ikut menjaga.Akan tetapi saat Indah Bekti Pertiwi masuk di dalam. Tidak ada aktivitas sama sekali di rumah mewah ini.

 

2. Peran Indah Bekti Pertiwi

Indah Bekti Pertiwi atau yang tertulis di laporan KPK Indah Bekti Pratiwi (IBP) menjadi satu di antara 13 orang yang diamankan dalam kasus suap dan gratifikasi Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.KPK menyebut, Indah Pertiwi adalah teman dekat direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo, Yunus Mahatma, yang juga tersangka kasus suap dan gratifikasi.Indah Bekti Pertiwi dalam laporan KPK merupakan pihak yang mencarikan dana Rp 500 juta dan berkoordinasi dengan pegawai Bank Jatim, Endrika (ED) untuk mencairkan uang tersebut.Uang yang dicairkan teman dekat Yunus Mahatma inilah yang kemudian tercium oleh KPK hingga dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (7/11/2025).”Saat itulah Tim KPK kemudian melakukan kegiatan tangkap tangan,” kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (9/11/2025) dini hari.Dari situ, terlihat Indah Bekti Pertiwi merupakan saksi kunci kasus suap dan gratifikasi.

Baca Juga:  BNN Jateng Lawan Narkoba Di Tengah Banjir : Air Menenggelamkan Jalan, Tapi Tidak Semangat Warga Kaligawe Dalam War On Drugs For Humanity

 

3. Selebgram Ponorogo

Indah Bekti Pertiwi bisa disebut sebagai selebgram Ponorogo, sebab di media sosial wanita itu aktif mengunggah kesehariannya.Di Instagram pribadinya, Indah menunjukkan keakrabannya dengan Katini, sosok Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Ponorogo.Selain itu, Indah juga pengusaha di bidang peternakan berbendera Omah Lembu dan pernah mempunyai warung bakso Omah Lembu di Jalan Suromenggolo.Warung tersebut lalu tutup dan hanya buka beberapa bulan saja.

 

4. Pernah Jadi Cawabup

Saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 lalu, Indah Bekti Pertiwi masuk bursa Calon Wakil Bupati (Cawabup).Kala itu, popularitas Indah Bekti sempat ramai saat Pilkada 2024, karena digadang menjadi pesaing kuat Lisdyarita yang kini menjabat.Bahkan foto Indah maju cawabup pun masih seliweran di TikTok lengkap dengan jargon ala Pilkada.’Menuju Ponorogo Indah #ponorogoindah, ‘demikian caption di fotonya.Nama Indah masuk sebagai Cawabup tidak luput dari ketenaran sang ayah, H Tobron, salah seorang tokoh budaya Reog Ponorogo.Akan tetapi popularitasnya saat itu belum mengangkat, hingga yang turut meramaikan kontestasi pilkada adalah Sugiri Sancoko-Lisdyarita (petahana) dan Ipong Muchlissoni-Segoro Luhur Kusumo Daru yang akhirnya bertarung.Pasangan Sugiri-Lisdyarita akhirnya terpilih kembali sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo periode 2025-2030.

 

5. Kronologi OTT KPK hingga Melibatkan Indah

Dari keterangan KPK, kronologi kasus suap yang menjerat Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (SUG), bermula sekitar awal 2025, terdengar kabar jika Direktur Utama (Dirut) RSUD Harjono Ponorogo akan diganti.

Mendengar kabar akan dicopot dari jabatan Dirut RSUD oleh Bupati Ponorogo, Yunus Mahatma ketakutan.Yunus Mahatma menghubungi Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono dan menyiapkan sejumlah uang untuk diberikan kepada Sugiri Sukoco, agar dirinya tidak diganti dari posisi Direktur RSUD Harjono Ponorogo.

Pada Februari 2025, Yunus mulai menyerahkan uang Rp400 juta kepada Bupati Sugiri, melalui ajudan.Pada April – Agustus 2025, Yunus memberikan uang Rp 325 juta kepada Sekretaris Daerah (Sekda), Agus Purnomo.November 2025, Sugiri menagih Yunus, lalu terjaring OTT KPK.Pada 3 November 2025, Sugiri meminta uang Rp 1,5 miliar kepada Yunus Mahatma.

Kemudian Sugiri menagihnya kembali pada 6 November 2025.Selanjutnya pada 7 November, KPK menangkap tangan penyerahan uang Rp.500 Juta yang akan diserahkan pada Bupati Sugiri.(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Progam Bantuan Pemberian Bansos Untuk Masyarakat
Pangdam IV/Diponegoro : Seorang Danyon Harus Memiliki Fisik Prima Dan Terlatih
Sentuhan Kepedulian Dari Karang Rejo, Babinsa Dampingi Pengiriman Bantuan Untuk Korban Banjir
Patroli Siskamling Koramil 15/Dolok Pardamean Bersama Warga Wujudkan Lingkungan Aman Dan Kondusif
INDAH BEKTI PERTIWI – Skandal SUAP “Uang Tunai & Endorse Sosialita”
Menguak Dugaan Tambang Ilegal di Pancoran Rogojampi: Beroperasi Bertahun-tahun, Kebal Hukum?
Peduli Kemanusiaan, Polres Jombang Gelar Penggalangan Dana untuk Korban Bencana Alam di Sumatera
Perhutani Jombang Apresiasi Pesanggem Luar Daerah, Di balik Kelestarian Hutan Lebak Jabung Setelah Penjarahan Tahun 1999
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Desember 2025 - 02:24 WIB

Progam Bantuan Pemberian Bansos Untuk Masyarakat

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:09 WIB

Pangdam IV/Diponegoro : Seorang Danyon Harus Memiliki Fisik Prima Dan Terlatih

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:02 WIB

Sentuhan Kepedulian Dari Karang Rejo, Babinsa Dampingi Pengiriman Bantuan Untuk Korban Banjir

Sabtu, 6 Desember 2025 - 02:07 WIB

Patroli Siskamling Koramil 15/Dolok Pardamean Bersama Warga Wujudkan Lingkungan Aman Dan Kondusif

Jumat, 5 Desember 2025 - 04:15 WIB

INDAH BEKTI PERTIWI – Skandal SUAP “Uang Tunai & Endorse Sosialita”

Berita Terbaru

Berita

Progam Bantuan Pemberian Bansos Untuk Masyarakat

Minggu, 7 Des 2025 - 02:24 WIB