Tidak Hanya Indonesia, Suara Wilson Mewakili Masyarakat Dunia

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 02:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id |JAKARTA,Rabu (22/10/2025) — Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, yang juga merupakan aktivis kemanusiaan, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu global yang menyangkut hak asasi manusia. Dalam forum internasional, ia mengangkat berbagai persoalan serius yang melanda banyak negara di dunia, mulai dari pembunuhan di luar hukum (extrajudicial killing), penyiksaan, pengasingan tanpa dasar, hingga terjadinya pembiaran terhadap kesengsaraan massal, baik oleh rezim penguasa maupun oleh kelompok-kelompok tertentu yang memiliki kekuatan politik dan atau militer.

Hal itu disampaikan jurnalis senior yang juga adalah Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB), Damai Hari Lubis, mengombentari kehadiran dan isi pidato Wilson Lalengke di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beberapa waktu lalu. “Meskipun waktu yang diberikan panitia sangat singkat, Wilson berhasil menyampaikan pesan substantif dengan cara yang arif, elegan, dan menyentuh nurani kemanusiaan. Ia berbicara tidak hanya untuk satu bangsa, tetapi atas nama seluruh umat manusia yang menjadi korban konflik dan kekerasan di berbagai belahan dunia,” jelas Bung DHL, demikian dia akrab disapa,

Sebagaimana ramai diberitakan di media-media, dalam dan luar negeri, Wilson Lalengke hadir sebagai salah satu petisioner dan menyampaikan pidatonya pada 8 Oktober 2025 di hadapan para delegasi, diplomat, dan pejabat PBB yang mengikuti Konferensi Komite Keempat (Fourth Committee) PBB di New York, Amerika Serikat, yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2025. Dalam kesempatan itu, Wilson secara khusus menyoroti konflik panjang antara Maroko dan Aljazair yang sejak lama mendukung Kelompok Polisario.

Konflik antar negara bertetangga tersebut telah menimbulkan penderitaan mendalam bagi masyarakat suku Sahrawi yang hidup di wilayah Sahara Maroko, Aljazair, Mauritania. Tragedi kemanusiaan itu telah menyebabkan tidak kurang dari 170.000 orang hidup sebagai pengungsi di kamp-kamp pengungsi Tindouf di tengah gurun yang keras dan tak menentu. Kondisi para pengungsi yang serba kekurangan makanan, sulitnya persediaan air bersih, kurangnya fasilitas dan pelayanan kesehatan, serta tidak tersedianya akses pendidikan yang baik merupakan pengalaman buruk mereka sehari-hari.

Baca Juga:  FERADI WPI - SUBUR JAYA LAPORKAN OKNUM DC & OKNUM FINANCE YANG MEMBERI KUASA DAN OKNUM KANIT H YG DIDUGA MEMBEKINGI PERAMPASAN PAJERO AD1346QP

Dalam pidatonya, Wilson menegaskan bahwa PBB, sebagai lembaga dunia yang dipercaya memiliki data lengkap mengenai pelanggaran HAM global, tidak boleh berhenti pada pengumpulan dokumen semata. “PBB harus bertindak nyata, proaktif membantu korban, dan mencegah bertambahnya korban dari segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan berbasis gender dan penahanan sewenang-wenang,” ujar DHL yang dikenal juga sebagai Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik) dan Ketua KORLABI.

Apapun hasilnya kelak, Wilson Lalengke telah menunjukkan sikap moral dan tanggung jawab kebangsaan. Ia mewakili suara rakyat Indonesia bahkan dunia dengan menyerukan agar PBB lebih fokus dan intensif dalam menangani serta mencegah berbagai kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh penguasa maupun akibat kelalaian negara-negara di dunia. ( Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”
POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin
GNTP Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Tegas, Profesional, dan Berkeadilan dalam Pemberantasan Korupsi
Personel Polsek Jombang Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Plosogeneng
Pimpinan Umum Media CyberTNI.id Ahmad Wibisono, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penyerangan Kehormatan
Ketua Umum GNTP Apresiasi Surat Terbuka Mahfud MD kepada Presiden Prabowo, Dorong Penegakan Hukum Sesuai Kewenangan dan Prosedur
Ketum FERADI WPI Bagikan Kesaksian Rohani, Mengaku Mendapat Rhema dari Mazmur 91:7
FERADI WPI dan Korban Hormati Klarifikasi Ketua DPRD Lebak, Serahkan Pembuktian kepada Penyidik Polda Banten
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:49 WIB

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:06 WIB

POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:24 WIB

GNTP Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Tegas, Profesional, dan Berkeadilan dalam Pemberantasan Korupsi

Jumat, 24 Juli 2026 - 04:45 WIB

Personel Polsek Jombang Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Plosogeneng

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:24 WIB

Pimpinan Umum Media CyberTNI.id Ahmad Wibisono, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penyerangan Kehormatan

Berita Terbaru