Makanan MBG di SDN Argapura Cirebon Ditemukan Basi Dan Ada Ulat, Wali Murid Protes SPPG

- Penulis

Kamis, 6 November 2025 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id | Cirebon, 6 November 2025 — Sebuah video memperlihatkan aksi seorang wali murid di SDN Argapura, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, tengah menegur penyedia program Makan Bergizi (MBG) lantaran makanan yang diberikan kepada siswa diduga dalam kondisi basi dan ditemukan ulat.
Video ini kini beredar luas di berbagai grup media sosial dan menuai sorotan warganet.

Dalam video tersebut, seorang perempuan bernama Mila, wali murid kelas 1 SDN Argapura, tampak menunjukkan makanan MBG yang dibawanya ke ruang kelas. Ia menuturkan bahwa menu sayur yang disediakan sudah tidak layak konsumsi karena berbau menyengat.

“Sebelum dibagikan ke anak-anak, kita sempat mengecek dulu. Begitu dibuka, langsung tercium bau basi yang sangat menyengat,” ujar Mila saat ditemui di sekolah, Senin (3/11/2025).

Pihak sekolah pun membenarkan kejadian tersebut. Kepala Sekolah SDN Argapura, Mohammad Syafei, menjelaskan bahwa beruntung makanan itu belum sempat dikonsumsi para siswa.
Menurutnya, makanan tersebut baru saja diturunkan dari mobil box milik penyedia MBG Kali Jaga, dan segera dicek setelah salah satu orang tua murid mencium bau tak sedap.

“Begitu diketahui ada bau tidak enak dari sayur kacang panjang dan jagung, kami langsung hentikan pembagian dan menolak seluruh paket makanan. Saat dicek, benar ditemukan ulat putih dan sayur berbau basi. Kami langsung laporkan ke pihak penyedia untuk dimintai pertanggungjawaban,” terang Syafei.

Pihak sekolah juga melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas setempat. Tim gabungan dari Dinkes, Puskesmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas pun langsung melakukan sidak ke kantor SPPG Kali Jaga selaku penyedia MBG.

Saat dikonfirmasi, Alfin Rahaditya, Kepala SPPG Kali Jaga, mengakui adanya kelalaian dalam proses distribusi.

Baca Juga:  Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai "Bisnis Kekuasaan"

“Kami memang sudah mengingatkan agar makanan segera dikonsumsi setelah diterima. Namun rupanya baru dimakan siang hari, sehingga sayur menjadi basi. Kami mengakui keteledoran ini dan sudah meminta maaf. Pengawasan akan kami perketat agar kejadian serupa tidak terulang,” jelas Alfin.

Ia menambahkan, menu MBG saat itu terdiri dari nasi, telur, sayur kacang panjang jagung, tahu bacem, jeruk, dan susu. Seluruh pihak terkait, termasuk Dinkes dan Puskesmas, telah membuat berita acara tindak lanjut atas insiden tersebut.(Eko Priyanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”
POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin
GNTP Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Tegas, Profesional, dan Berkeadilan dalam Pemberantasan Korupsi
Personel Polsek Jombang Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Plosogeneng
Pimpinan Umum Media CyberTNI.id Ahmad Wibisono, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penyerangan Kehormatan
Ketua Umum GNTP Apresiasi Surat Terbuka Mahfud MD kepada Presiden Prabowo, Dorong Penegakan Hukum Sesuai Kewenangan dan Prosedur
Ketum FERADI WPI Bagikan Kesaksian Rohani, Mengaku Mendapat Rhema dari Mazmur 91:7
FERADI WPI dan Korban Hormati Klarifikasi Ketua DPRD Lebak, Serahkan Pembuktian kepada Penyidik Polda Banten
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:49 WIB

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:06 WIB

POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:24 WIB

GNTP Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Tegas, Profesional, dan Berkeadilan dalam Pemberantasan Korupsi

Jumat, 24 Juli 2026 - 04:45 WIB

Personel Polsek Jombang Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Plosogeneng

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:24 WIB

Pimpinan Umum Media CyberTNI.id Ahmad Wibisono, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penyerangan Kehormatan

Berita Terbaru