Laptop Hilang Diganti Buku di Bus Sumber Selamat, Diduga Ada Keterlibatan Oknum Crew

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id | Sebuah kejadian mengejutkan dialami seorang penumpang bus PO Sumber Selamat dengan nomor polisi W 7489 UP jurusan Jogja–Surabaya.

Korban naik dari terminal giwagan yogyakarta minggu malam tgl 3 mei 2026 jam 22:50 melaporkan kehilangan laptop miliknya yang disimpan di dalam tas, namun saat turun di halte pasar legi jombang jam 03:50 diperiksa, isi tas tersebut justru telah berubah menjadi buku.

Peristiwa ini sontak menjadi sorotan setelah korban mengungkap adanya dugaan kejanggalan yang mengarah pada indikasi keterlibatan oknum kru bus. Adapun kru yang bertugas saat kejadian meliputi sopir bernama Eko (asal Kediri), kondektur Herman (asal Kayen, Jombang), serta kernet Rian (asal Ngawi).

Korban menduga adanya pola kerja sama antara pelaku pencurian dengan pihak tertentu di dalam bus. Dugaan tersebut muncul karena pergantian barang di dalam tas dinilai tidak mungkin terjadi tanpa adanya akses dan kesempatan selama perjalanan.

“Kejadiannya sangat janggal, karena tas tidak rusak, tapi isi sudah berubah. Ini patut diduga ada keterlibatan pihak dalam,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.

Hingga saat ini, pihak korban berharap adanya investigasi serius dari manajemen PO Sumber Group yang beralamat kantor JL.surabaya-krian km 25,krian,sidoajo,jawa timur. serta aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus tersebut secara transparan.

Karena keamanan dan kenyamanan penumpang dinilai menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap barang bawaan selama menggunakan transportasi umum, khususnya pada perjalanan jarak jauh.

 

(DV)

Baca Juga:  Aktivis Soroti Hasil Sewa Ratusan Tanah Kas Desa Hanya Tercatat APBDES Di Magetan Diduga Tak Masuk Rekening Kas Desa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Melihat Suami Dihajar & Dibawa Paksa, istri Fam Fuk Tjhong/UUN Berlinang Air Mata, Trauma Berat, Kini Suara Ketukan Pintu Jadi Teror  Istri Uun Alami Trauma Berat dan Minta Perlindungan LPSK
KESATRIA JAWA BERSATU DPD JAWA TENGAH GANDENG CYBERTNI.ID, SALURKAN SEMBAKO DALAM PROGRAM JUMAT BERKAH DI MOJOSONGO BOYOLALI
Polres Jombang Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pemahaman AI kepada Siswa SMK Global
Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”
POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin
GNTP Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Tegas, Profesional, dan Berkeadilan dalam Pemberantasan Korupsi
Personel Polsek Jombang Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Plosogeneng
Pimpinan Umum Media CyberTNI.id Ahmad Wibisono, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penyerangan Kehormatan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Melihat Suami Dihajar & Dibawa Paksa, istri Fam Fuk Tjhong/UUN Berlinang Air Mata, Trauma Berat, Kini Suara Ketukan Pintu Jadi Teror  Istri Uun Alami Trauma Berat dan Minta Perlindungan LPSK

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:28 WIB

KESATRIA JAWA BERSATU DPD JAWA TENGAH GANDENG CYBERTNI.ID, SALURKAN SEMBAKO DALAM PROGRAM JUMAT BERKAH DI MOJOSONGO BOYOLALI

Jumat, 28 Agustus 2026 - 05:30 WIB

Polres Jombang Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pemahaman AI kepada Siswa SMK Global

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:49 WIB

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:06 WIB

POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin

Berita Terbaru