APH Jangan Tutup Mata! Dugaan Pengeroyokan Wartawan Usai Ungkap Pembakaran Limbah Karung Harus Diusut Tuntas

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id | JOMBANG – Kebebasan pers kembali menghadapi ujian serius. Seorang wartawan media BeritaIntelijenNegara.id diduga menjadi korban pengeroyokan dan intimidasi setelah menjalankan tugas jurnalistik mengungkap dugaan praktik pembakaran limbah karung di wilayah Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

Peristiwa yang semula bermula dari kegiatan kontrol sosial justru berujung pada dugaan tindak kekerasan terhadap insan pers. Setelah berita mengenai dugaan pembakaran limbah dipublikasikan, wartawan tersebut mengaku mendapat tekanan, intimidasi, hingga dihubungi oleh seseorang yang mengaku ingin memediasi persoalan pemberitaan.

Dengan niat baik dan mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan, wartawan tersebut datang seorang diri ke lokasi yang telah disepakati. Namun harapan untuk berdialog pupus. Berdasarkan keterangan korban, pertemuan yang dijanjikan sebagai mediasi justru berubah menjadi dugaan aksi pengeroyokan yang melibatkan sejumlah orang. Korban juga menduga pelaku usaha berada di lokasi dan turut terlibat. Dugaan tersebut tentu menjadi bagian yang perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan oleh aparat penegak hukum.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar: apakah menjalankan fungsi kontrol sosial kini harus dibayar dengan intimidasi dan kekerasan? Jika setiap kritik dibalas ancaman, lalu di mana letak perlindungan negara terhadap kebebasan pers yang dijamin undang-undang?

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara tegas memberikan perlindungan kepada wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Pers bukan musuh siapa pun. Pers adalah mitra masyarakat dalam mengawasi dugaan pelanggaran hukum, penyimpangan, dan persoalan yang menyangkut kepentingan publik. Sengketa pemberitaan telah memiliki mekanisme yang jelas melalui hak jawab, hak koreksi, maupun jalur hukum, bukan melalui aksi main hakim sendiri.

Aparat Penegak Hukum (APH) jangan tutup mata. Kasus ini tidak boleh berhenti sebagai laporan biasa. Dugaan pengeroyokan terhadap wartawan harus diusut secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terbukti terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga:  Talud Longsor Hantam Rumah Pasangan Lansia Di Ungaran Barat Kabupaten Semarang

Apabila benar terdapat unsur pengeroyokan, maka perbuatan tersebut berpotensi diproses berdasarkan ketentuan pidana yang berlaku. Jika juga ditemukan adanya upaya menghalangi kerja jurnalistik melalui ancaman atau kekerasan, maka hal itu patut menjadi perhatian serius karena menyangkut perlindungan terhadap kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.

Masyarakat menunggu langkah nyata aparat penegak hukum, bukan sekadar janji. Jangan sampai muncul kesan bahwa hukum tajam ke bawah namun tumpul terhadap mereka yang diduga menggunakan kekerasan untuk membungkam suara kritis.

Kekerasan tidak akan pernah menghapus fakta. Intimidasi tidak akan pernah mengalahkan kebenaran. Dan pers tidak boleh dibungkam oleh rasa takut. Ketika seorang wartawan diserang karena menjalankan tugasnya, sesungguhnya yang sedang diserang adalah hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.

Kini publik menanti keberanian dan ketegasan APH untuk membuktikan bahwa hukum benar-benar berdiri di atas keadilan, bukan tunduk pada tekanan ataupun kepentingan pihak mana pun.

Catatan Redaksi: Sebagai media yang netral kami membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan dengan pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

 

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Melihat Suami Dihajar & Dibawa Paksa, istri Fam Fuk Tjhong/UUN Berlinang Air Mata, Trauma Berat, Kini Suara Ketukan Pintu Jadi Teror  Istri Uun Alami Trauma Berat dan Minta Perlindungan LPSK
KESATRIA JAWA BERSATU DPD JAWA TENGAH GANDENG CYBERTNI.ID, SALURKAN SEMBAKO DALAM PROGRAM JUMAT BERKAH DI MOJOSONGO BOYOLALI
Polres Jombang Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pemahaman AI kepada Siswa SMK Global
Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”
POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin
GNTP Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Tegas, Profesional, dan Berkeadilan dalam Pemberantasan Korupsi
Personel Polsek Jombang Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Plosogeneng
Pimpinan Umum Media CyberTNI.id Ahmad Wibisono, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penyerangan Kehormatan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Melihat Suami Dihajar & Dibawa Paksa, istri Fam Fuk Tjhong/UUN Berlinang Air Mata, Trauma Berat, Kini Suara Ketukan Pintu Jadi Teror  Istri Uun Alami Trauma Berat dan Minta Perlindungan LPSK

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:28 WIB

KESATRIA JAWA BERSATU DPD JAWA TENGAH GANDENG CYBERTNI.ID, SALURKAN SEMBAKO DALAM PROGRAM JUMAT BERKAH DI MOJOSONGO BOYOLALI

Jumat, 28 Agustus 2026 - 05:30 WIB

Polres Jombang Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pemahaman AI kepada Siswa SMK Global

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:49 WIB

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:06 WIB

POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin

Berita Terbaru