Diduga Gudang Penimbunan Solar Bersubsidi Kembali Ditemukan Di Kabupaten Semarang, Mafia BBM Dinilai Kebal Hukum

- Penulis

Selasa, 16 Desember 2025 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id | Kabupaten Semarang, Selasa 16 Desember 2025 — Praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat ke permukaan. Sebuah gudang yang diduga kuat digunakan sebagai tempat penimbunan solar bersubsidi ditemukan di Desa Karang Duren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Gudang tersebut diduga milik seorang berinisial DK, berdasarkan informasi dan laporan masyarakat yang dihimpun oleh tim awak media Buserpantura.id.

Temuan ini bermula dari kecurigaan warga setempat terhadap aktivitas mencolok yang terjadi hampir setiap hari. Warga mengaku sering melihat keluar-masuk kendaraan roda empat, seperti L300, Panther, Kijang, hingga kendaraan yang telah dimodifikasi khusus, bahkan terdapat mobil tangki berwarna biru putih yang diduga mengangkut BBM dalam jumlah besar.

Aktivitas tersebut dinilai tidak wajar untuk ukuran wilayah permukiman desa. Terlebih, pergerakan kendaraan dilakukan pada jam-jam tertentu dan terkesan tertutup, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya praktik ilegal penimbunan dan distribusi solar bersubsidi.

“Kami curiga karena hampir setiap hari ada mobil keluar masuk, bahkan ada mobil tangki. Tidak mungkin itu hanya usaha biasa. Kami khawatir solar subsidi diselewengkan,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

 

Melanggar Undang-Undang dan Merugikan Negara

Perlu diketahui, pemerintah secara tegas melarang penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Larangan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Cipta Kerja.

Dalam Pasal 55 UU Migas, disebutkan bahwa:

Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.

 

Selain itu, praktik penimbunan BBM bersubsidi jelas merugikan keuangan negara, mencederai keadilan sosial, serta berdampak langsung pada masyarakat kecil, khususnya petani, nelayan, dan pelaku UMKM yang sangat bergantung pada solar subsidi.

Baca Juga:  Pelayanan Maksimal, Polisi Laksanakan Pengaturan Lalu Lintas Di Tengah Hujan Lebat Semarang Pagi Ini

Ironisnya, meski regulasi sudah jelas dan sanksi hukum cukup berat, mafia BBM bersubsidi masih saja merajalela, seolah kebal terhadap hukum.

 

APH Diminta Tidak Tutup Mata

Media Buserpantura.id menilai maraknya kasus penimbunan BBM bersubsidi menjadi indikator lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di lapangan. Oleh karena itu, aparat penegak hukum (APH), baik kepolisian maupun instansi terkait, diminta tidak tutup mata dan segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh.

Media juga menegaskan bahwa temuan ini bukan sekadar isu, melainkan berdasarkan laporan masyarakat dan hasil pemantauan tim di lapangan.

“Kami berharap aparat segera bertindak. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Mafia BBM ini sudah sangat meresahkan,” tegas perwakilan tim awak media.

 

Akan Dilaporkan ke BPH Migas

Sebagai bentuk komitmen terhadap penegakan hukum dan kepentingan publik, buserpantura.id menyatakan akan segera melaporkan dugaan penimbunan solar bersubsidi ini ke BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi) serta instansi penegak hukum terkait.

Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk audit distribusi BBM, penelusuran jaringan mafia, serta penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Kasus ini menambah panjang daftar dugaan kejahatan di sektor energi yang seharusnya menjadi perhatian serius negara. Jika dibiarkan, praktik ilegal seperti ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengkhianati amanat konstitusi yang menegaskan bahwa sumber daya alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Media Buserpantura.id menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, demi tegaknya supremasi hukum dan keadilan bagi masyarakat.

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anniversary ke-4 GeNaH, “Bersatu Kabarkan Semangat Perjuangan” Momentum Evaluasi Dan Konsolidasi Gerakan Sipil Di Jombang
KASUS DUGAAN PELANGGARAN ETIK AKP H KANIT RESKRIM POLSEK BANJARSARI SURAKARTA, SAKSI² AKAN DIPERIKSA SELASA 20/02/26
Propam Polda Jateng Dalami Kasus Pajero Banjarsari, M. Arifin Soroti Dugaan Upaya Intervensi Kapolsek Banjarsari
RAPAT PERDANA PANITIA RUWAT NASIONAL 2026: MENEGUHKAN KEMBALI MARWAH NUSANTARA BERLANDASKAN UUD 1945
Peringatan 62 Tahun Kunjungan Cindy Adams : Warga Ploso Tegaskan Jejak Lahir Bung Karno Di Jombang
KAPOLSEK BANJARSARI TOLONG JANGAN INTERVENSI PELANGGARAN KANIT RESKRIM AKP H TEGAS M. ARIFIN WAKETUM FERADI WPI
Peletakan Batu Pertama Pembangunan KDKMP Desa Keplaksari Resmi Dimulai
Polres Jombang Gelar Sertijab Waka Polres, Kabagops, Kasat Lantas Dan Pengukuhan Kasiwas
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 08:00 WIB

Anniversary ke-4 GeNaH, “Bersatu Kabarkan Semangat Perjuangan” Momentum Evaluasi Dan Konsolidasi Gerakan Sipil Di Jombang

Sabtu, 17 Januari 2026 - 03:40 WIB

KASUS DUGAAN PELANGGARAN ETIK AKP H KANIT RESKRIM POLSEK BANJARSARI SURAKARTA, SAKSI² AKAN DIPERIKSA SELASA 20/02/26

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:05 WIB

Propam Polda Jateng Dalami Kasus Pajero Banjarsari, M. Arifin Soroti Dugaan Upaya Intervensi Kapolsek Banjarsari

Jumat, 16 Januari 2026 - 09:07 WIB

RAPAT PERDANA PANITIA RUWAT NASIONAL 2026: MENEGUHKAN KEMBALI MARWAH NUSANTARA BERLANDASKAN UUD 1945

Jumat, 16 Januari 2026 - 05:08 WIB

Peringatan 62 Tahun Kunjungan Cindy Adams : Warga Ploso Tegaskan Jejak Lahir Bung Karno Di Jombang

Berita Terbaru