Perhutani Jombang Apresiasi Pesanggem Luar Daerah, Di balik Kelestarian Hutan Lebak Jabung Setelah Penjarahan Tahun 1999

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id | JOMBANG, PERHUTANI (03/12/2025) — Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang gandeng muspika melalui pendekatan dan pembinaan, pastikan keamanan pesanggem anggota LMDH Andika Wana Lestari Desa Sumberjo yang tinggal didalam hutan,
Dari 4 (empat) Pesanggem tersebut menempati wilayah hutan BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Jabung, administratif masuk Desa Sumberjo Kecamatan Wonosalam Jombang, dan perbatasan dengan Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto, rabu (03/12).

Dibalik kelestarian hutan tahun 2025, setelah paska penjarahan hutan 1998/1999 menjadikan hutan gundul, di RPH Lebak Jabung.
Pada tahun 2000 ada 15 kepala keluarga Pesanggem asal luar daerah karena kesulitan mencari penggarap kala itu, sampai saat ini tersisa yang tinggal beberapa kepala keluarga, selebihnya sudah kembali pulang ke rumah asal masing masing yang kebanyakan dari Nganjuk.


Mereka mendirikan gubuk sementara sebagai tempat singgah, berteduh dan istirahat, sekaligus untuk mengawasi pertanian mereka agar tak gagal panen, karena serangan babi hutan, kera dan hama lain, selain itu agar mereka sewaktu waktu bisa ikut bekerja di berbagai kegiatan Perhutani, jika ada pekerjaan

Administratur Perhutani KPH Jombang, Enny Handayani menyampaikan apresiasi, kepada muspika terkait bersama pihak lainya atas peran serta dalam memastikan keamanan dan kenyamanan, para pesanggem anggota LMDH mitra Perhutani. Mereka menempati Magersari Watu seno sejak 25 (dua puluh lima) tahun lalu dan gua Anggaswesi, dengan bercocok tanam menjadi pesanggem, serta bekerja di berbagai kegiatan Perhutani, bersama perduli kelestarian hutan yang terjaga, sampai saat ini”. ungkap Enny.


Diharapkan keberadaan mereka, menjadikan contoh motifasi dan inspirasi positif, bagi kita semua dan para penggarap di tempat lain, karena keuletan dan kesabaranya.
Bagaimana mereka mensyukuri hidup, jauh dari perkotaan, mencari rezeki dengan bercocok tanam, dan ikut perduli menjaga kelestarian hutan sampai hari ini, sebagai bentuk tanggung jawab rasa terimakasih kepada alam,” tambah Enny.

Tak lupa Enny juga mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada pesanggem di Lebak Jabung dan semua saja yang ikut berperan aktif dalam terjaganya proses kelestarian hutan.
Semoga segala niatan baik dan usaha yang sudah dilakukan akan menjadikan manfaat, berkah selalu bagi kita dan keluarga.

Sakri mewakili Pesanggem lainya menyampaikan terimakasihnya ke Perhutani, karena sudah diberikan kesempatan bisa ikut bekerja mencari nafkah tuk keluarga sejak tahun 2000 hingga sampai sekarang, setelah hutan gundul paska penjarahan hutan tahun 1999.

Baca Juga:  KPK Tetapkan Tersangka Abdul Wahid Modus Pungli Proyek Infrastruktur Sebagai Jatah Preman

Dengan menggarap lahan secara tumpangsari sembari ikut bekerja di berbagai kegiatan Perhutani, melaksanakan penanaman tanaman kehutanan,” ucapnya

Berhubung tempat tinggal kami tak di sini, dan ini ialah kawasan hutan tanah Negara, maka dari itu gubuk kami bersifat sementara, tak permanen,kita buat sesimpel mungkin, “yang penting kami nyaman dan tenang, ada tempat istirahat serta berteduh sepulang dari ladang”, walau terbuat dari anyaman bambu beralas tanah tanpa listrik.

Kebetulan disini lokasi yang setrategis (tempat jujukan), untuk singgah, berteduh dan penitipan kendaraan saat hujan, entah dari Perhutani, muspika, masyarakat, maupun pengunjung gua Anggaswesi,” imbuh Sakri.

Diantara Gubuk para pesanggem satu jalur menuju gua Anggaswesi, beda tempat 3 (Tiga) gubuk, terdiri dari 3 (Tiga) kepala keluarga, dan 1 (satu) gubuk lagi dalam proses, dibuatkan di dekat gua Anggaswesi, secara gotong royong oleh LMDH, Perhutani dan muspika terkait. untuk di tempati Darmadi, agar yang bersangkutan tetap bisa menjalankan aktifitas menjadi pesanggem, sambil menjaga gua tersebut jika ada pengunjung yang singgah untuk ritual mencari ketenangan di situ.

  1. Berikut ini asal pesanggem beserta lokasi gubuk singgah yang ditempati beberapa kepala keluarga yang masih ada di hutan Lebak Jabung yaitu.
    Sakri lahir Jombang, umur 76,
    rumah Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam,Jombang, gubuk nya di petak 33 F RPH Sumberjo.
  2. Zaini lahir Nganjuk,umur 50,rumah di Desa Margopatut Kecamatan Sawahan, Nganjuk, gubuk di petak 57 D RPH Lebak jabung
  3. Saelan, lahir Nganjuk umur 65, rumah Desa Margopatut Kecamatan Sawahan, Nganjuk, gubuk di petak 57 D RPH Lebak jabung
  4. Darmadi, lahir Boyolali, umur 68 (enam puluh delapan) asal Dusun Karangduwet, Desa Winong, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, tempat istirahatnya sementaranya di gua Anggaswesi, sesekali tempo, tepatnya petak 37 f RPH Sumberjo, sambil menunggu gubuk selesai didirikan di disekitar gua

Sinergi dan kolaborasi terus dijalin bersama pemangku kepentingan bagaimana agar mitra Perhutani yaitu Pesanggem dapat berjalan dengan semestinya sesuai harapan semua pihak.
Diantaranya sinergi dengan 3 muspika, yaitu muspika Kecamatan Wonosalam Jombang, dan muspika di Kabupaten Mojokerto yaitu muspika Kecamatan Jatirejo dan muspika Trowulan
Jalan terdekat menuju Magersari,Watu seno dan goa Anggaswesi, yaitu melalui Desa Lebak Jabung, Jatirejo, Mojokerto, melewati patung petilasan Gajah Mada lurus ke selatan masuk hutan.(Kom-PHT/JBG/ars)

 

(Ji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”
POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin
GNTP Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Tegas, Profesional, dan Berkeadilan dalam Pemberantasan Korupsi
Personel Polsek Jombang Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Plosogeneng
Pimpinan Umum Media CyberTNI.id Ahmad Wibisono, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penyerangan Kehormatan
Ketua Umum GNTP Apresiasi Surat Terbuka Mahfud MD kepada Presiden Prabowo, Dorong Penegakan Hukum Sesuai Kewenangan dan Prosedur
Ketum FERADI WPI Bagikan Kesaksian Rohani, Mengaku Mendapat Rhema dari Mazmur 91:7
FERADI WPI dan Korban Hormati Klarifikasi Ketua DPRD Lebak, Serahkan Pembuktian kepada Penyidik Polda Banten
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:49 WIB

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:06 WIB

POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:24 WIB

GNTP Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Tegas, Profesional, dan Berkeadilan dalam Pemberantasan Korupsi

Jumat, 24 Juli 2026 - 04:45 WIB

Personel Polsek Jombang Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Plosogeneng

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:24 WIB

Pimpinan Umum Media CyberTNI.id Ahmad Wibisono, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penyerangan Kehormatan

Berita Terbaru