Buserpantura.id | NGAWI,Senin (22/12/2025) — Balai desa sepi seperti kuburan, gara” instruksi audit total langsung dari presiden prabowo dan polemik dana desa yang seret.Banyak yang ragu dana desa akan di cabut, kursinya tidak akan di jual untuk dibeli.
Jujur saja banyak yang nyalon kades karena melihat anggaran milyaran Dana desa kalau di cabut cuma gajian, pokoknya marah” saja, tidak cukup buat bayar pinjaman kampanye malah menggadaikan sawah.Kalau tidak ada duit tapi rakyat ngeluh jalan rusak berlubang, mending jadi Pedagang cilok aja.
Hasil nya jelas tidak terpantau sama BPKP !
Info dari berita sebelumnya, zaman sekarang kades keringat dingin sakit diare sakit demam sakit stroke karena audit yang ketat.Apa lagi kalau sumber uang disimpan Kartu kosong bisa registrasi kaya dompet santri tua.
Kata calon kades berbisik : “sial aku sudah pesan dari dulu, aku sudah menyembelih sapi untuk rukun tetangga, ternyata dana desa disentralkan lagi, bukan maju daftar saja. Mending usaha warung pecel mending berkah.
Ini bukti nyata banyak yang mau jadi kades bukan karena bangun kampung ,progam desa mandiri rakyat sejahtera tapi mau bangun rumah garasi Kalau uangnya di bunuh, lebih baik rakyat biasa yang pandai mengkritik daripada jadi pejabat yang dituduh.
Presiden telah memerintahkan tim gabungan (BPKP & kejaksaan) untuk menyisir dana desa untuk tahun2024-2025, ini membuat banyak masyarakat mendukung sekali.
PMK no 81, aturan baru kerja cair dana desa harus melalui verifikasi berlapis, uang macet, proyek macet, kepala pusing.kalau dana desa dihapus, yang terdaftar kades lah yang benar” kerja ibadah, bukan yang mau menambah arisan tambang.
(Tim)











