Reformasi Polri Dinilai Belum Optimal, Kepercayaan Publik Terus Diuji

- Penulis

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id | Cirebon, 3 Februari 2026 –Indonesia saat ini tengah menghadapi krisis kepercayaan publik, termasuk terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Reformasi Polri yang selama ini digaungkan dinilai oleh sebagian masyarakat dan aktivis belum berjalan optimal, bahkan disebut mengalami kegagalan total dalam praktik di lapangan.

Berbagai upaya reformasi sebenarnya telah dilakukan, mulai dari pembentukan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), peningkatan transparansi, hingga penguatan komitmen terhadap perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM). Namun demikian, sejumlah persoalan klasik masih terus mencuat dan menjadi tantangan serius, di antaranya praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang, dugaan tindakan represif dan pelanggaran HAM, serta menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Kepala Biro Cyber TNI ID Kabupaten Cirebon, Kusmin, menegaskan bahwa reformasi tidak cukup hanya sebatas wacana atau kebijakan administratif. Diperlukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan berkelanjutan yang disertai partisipasi aktif masyarakat melalui pengawasan publik agar reformasi benar-benar berdampak nyata.

“Tanpa pengawasan masyarakat, reformasi hanya akan menjadi slogan,” tegasnya.
Sorotan tajam juga muncul terhadap pelayanan di Samsat Sumber, yang sejak 2 Februari 2026 diduga terjadi praktik pungutan liar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses pelayanan mulai dari cek fisik kendaraan hingga pencetakan STNK disebut-sebut harus disertai pembayaran tambahan dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp100.000 per unit kendaraan, dengan dalih persetujuan administrasi (ACC KTP).

Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM Garda Patriot Bersatu sekaligus Koordinator Aliansi LSM Cirebon Bergerak, Kusmin, S.CM, menegaskan bahwa upaya pemberantasan praktik menyimpang harus dilakukan secara tegas dan menyeluruh.

“Jika ingin benar-benar bersih, maka penindakan harus dilakukan secara totalitas dan tidak pandang bulu. Baik itu anggota Polri, TNI, ABK, maupun pegawai Samsat, semua harus tunduk pada hukum,” ujarnya.

Baca Juga:  Kapolres Boyolali Sebagai Narasumber di Ponpes Zumrotul Tholibin: Tekankan Pencegahan Bullying dan Penguatan Karakter Santri

Ia menambahkan, penegakan hukum yang adil dan transparan merupakan kunci utama dalam memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

 

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Kenakalan Remaja, Kapolres Berikan Arahan Pelajar SMK PGRI 1 Jombang
Peringati HPN 2026, SWJ Gelar Sarasehan Hingga Terima Kritik dan Saran
Hari Pers Nasional 2026: Ketika Keberanian Menjadi Modal Utama Jurnalis Ahmad Wibisono, S.H.: Pers Harus Tegak, Independen, Dan Tak Tunduk pada Tekanan Kepentingan
Ketum FERADI WPI Menyayangkan Dugaan Ketidakprofesionalan Penyidik Diduga Bernama Aipda Akhmad Rifa’i Unit II Harda Polres Metro Bekasi
Babinsa Koramil 17/Sidamanik Dampingi Pembuatan Sumur Bor, Dukung Program Air Bersih Pemerintah
Babinsa Koramil 16/Panei Tonga Hadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H Di Panei Tonga
Bersama Rakyat, Membangun Negeri
TNI Gelar LDK di SMKN 1 Panggul Trenggalek, Cetak Siswa Berkarakter Kuar Dan Pemimpin Masa Depan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:43 WIB

Cegah Kenakalan Remaja, Kapolres Berikan Arahan Pelajar SMK PGRI 1 Jombang

Selasa, 10 Februari 2026 - 03:48 WIB

Peringati HPN 2026, SWJ Gelar Sarasehan Hingga Terima Kritik dan Saran

Senin, 9 Februari 2026 - 10:14 WIB

Hari Pers Nasional 2026: Ketika Keberanian Menjadi Modal Utama Jurnalis Ahmad Wibisono, S.H.: Pers Harus Tegak, Independen, Dan Tak Tunduk pada Tekanan Kepentingan

Senin, 9 Februari 2026 - 08:31 WIB

Ketum FERADI WPI Menyayangkan Dugaan Ketidakprofesionalan Penyidik Diduga Bernama Aipda Akhmad Rifa’i Unit II Harda Polres Metro Bekasi

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:02 WIB

Babinsa Koramil 17/Sidamanik Dampingi Pembuatan Sumur Bor, Dukung Program Air Bersih Pemerintah

Berita Terbaru