Buserpantura.id | Semarang,1 Februari 2026 — Tiga Asisten Pribadi Ketua Umum FERADI WPI sebagai Pilar Integritas Organisasi. Di balik kuat dan konsistennya kepemimpinan Ketua Umum FERADI WPI, terdapat sosok-sosok Asisten Pribadi (ASPRI) yang memiliki peran strategis, ketangguhan mental, keberanian sikap, serta loyalitas yang tidak tergoyahkan. Mereka adalah Rifa Asyah Ningrum, S.H., S.S., PLDing., C.PFW., C.MDF., C.JKJ.; Nabila Mazidatul Maftuhah, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ.; dan Wilma Sribayu, C.PFW., C.MDF., C.JKJ.
Rifa Asyah Ningrum, S.H., S.S., PLDing., C.PFW., C.MDF., C.JKJ. dikenal sebagai Aspri Ketua Umum FERADI WPI yang telah setia mendampingi sejak masa awal perjuangan Adv. Donny Andretti, ketika organisasi masih bernama WPI (Warung Paralegal Indonesia) dan dirintis dari titik nol. Rifa memiliki kemampuan unggul dalam penguasaan Bahasa Inggris serta keahlian menyusun gugatan dan perjanjian hukum, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Selain itu, beliau dipercaya penuh oleh Ketua Umum untuk bertanggung jawab atas terselenggaranya Pendidikan dan Pelatihan Hukum (Diklat Hukum) secara daring melalui Google Meet, yang menjadi denyut nadi kegiatan FERADI WPI setiap Senin malam.
Nabila Mazidatul Maftuhah, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ. merupakan putri dari Ass. Adv. Bapak Wakhidin, S.Sos., yang telah bergabung bersama Ketua Umum sejak awal berdirinya FERADI. Nabila dikenal memiliki ketelitian dan kecakapan tinggi dalam menyusun surat kuasa, somasi, serta berkas aduan atau laporan kepolisian. Kepercayaan besar diberikan kepadanya untuk mengelola dan mengamankan dokumen-dokumen penting milik Ketua Umum FERADI WPI, yang menuntut profesionalisme dan integritas tinggi.
Sementara itu, Wilma Sribayu, C.PFW., C.MDF., C.JKJ. merupakan Aspri Ketua Umum yang dikenal piawai dalam tugas lapangan. Dengan loyalitas yang kuat, Wilma senantiasa mendampingi dan mengawal Ketua Umum di mana pun berada. Selain aktif sebagai Aspri, beliau juga dikenal sebagai wartawan senior di media www.kawanjarinews.com, serta saat ini tengah menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) Ilmu Hukum di Universitas Terbuka.
Ketiga Aspri Ketua Umum FERADI WPI tersebut dikenal memiliki loyalitas dan integritas yang sangat tinggi. Bahkan, di tengah perjalanan organisasi, pernah terdapat oknum yang mencoba menawarkan sejumlah uang kepada mereka untuk mengkhianati Ketua Umum. Namun, upaya tersebut ditolak secara tegas dan langsung dilaporkan kepada Ketua Umum FERADI WPI. Sikap ini menjadi bukti nyata bahwa profesionalisme, kesetiaan, dan moralitas mereka tidak dapat dibeli.
Dengan dedikasi, keahlian, serta integritas yang telah teruji, ketiga Aspri Ketua Umum FERADI WPI tersebut layak disebut sebagai pilar kepercayaan dan penjaga marwah organisasi. Loyalitas mereka bukan sekadar komitmen personal, melainkan bagian dari perjuangan menjaga kehormatan dan keberlangsungan FERADI WPI.
Tim











