Buserpantura.id | Jombang — Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR memberikan peringatan keras kepada 500 pelajar SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Jombang agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan.
Pesan tegas itu disampaikan dalam kegiatan penguatan karakter di Aula SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, yang turut dihadiri Ketua Umum Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum KH. Cholil Dahlan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang Eko Redjo Sunaryanto, pejabat utama Polres Jombang, serta Kapolsek Peterongan AKP Budi Sholikin.
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa generasi muda hari ini adalah penentu keberhasilan Indonesia Emas 2045. Namun cita-cita besar itu hanya bisa tercapai jika pelajar memiliki disiplin, akhlak yang baik, serta prestasi.
“Indonesia Emas 2045 ada di tangan kalian. Kalau kalian disiplin dan berkarakter, Indonesia akan maju. Tapi kalau terjebak kenakalan remaja, masa depan bisa hancur,” tegasnya.
Ia menyoroti ancaman nyata yang kini mengintai generasi Z, mulai dari judi online, narkoba, pergaulan bebas, hingga seks bebas. Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan untuk belajar dan berprestasi, bukan untuk hal yang merusak.

Kapolres juga mengungkap masih adanya geng motor, konvoi liar, dan balap liar di wilayah Jombang. Ia menegaskan, perilaku tersebut bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan nyawa.
Sebagai solusi, Polres Jombang menyiapkan wadah drag race resmi dan akan membuka latihan bersama usai Hari Raya Idulfitri, agar minat otomotif remaja tersalurkan secara aman dan legal.
Dalam sesi dialog, Kapolres memastikan masyarakat tidak perlu takut melapor. Melalui program “WA Lapor Pak Kapolres” dan layanan 110, identitas pelapor dijamin aman dengan respons cepat maksimal 10 menit.
Sementara itu, KH. Cholil Dahlan menekankan bahwa karakter dibentuk melalui pembiasaan, bukan sekadar ucapan. Konsistensi dalam kebaikan, menurutnya, akan membawa keberkahan dan masa depan yang cerah.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, tetapi tanggung jawab nyata generasi muda hari ini. (Jie)











