HUTAN JATI GUNDUL, PUBLIK PERTANYAKAN PENGAWASAN PERHUTANI

- Penulis

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id |Wonosamodro, Boyolali – Kondisi kawasan hutan jati yang diduga berada di wilayah Perhutani, tepatnya di Desa Bengkle, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, menjadi sorotan masyarakat. Kawasan yang dahulu dikenal rimbun dengan tegakan pohon jati kini disebut berubah menjadi lahan terbuka yang tampak gersang.

Perubahan kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait efektivitas pengawasan terhadap aset negara yang berada di bawah pengelolaan Perhutani. Publik mempertanyakan bagaimana penebangan dalam jumlah besar dapat terjadi tanpa adanya tindakan pencegahan maupun penegakan hukum yang tegas.

Masyarakat menduga telah terjadi aktivitas penebangan kayu secara ilegal (illegal logging) yang mengakibatkan berkurangnya tegakan pohon jati di kawasan tersebut. Apabila dugaan tersebut benar, maka peristiwa ini bukan hanya merugikan negara dari sisi ekonomi, tetapi juga menimbulkan kerusakan lingkungan yang berdampak pada keseimbangan ekosistem dan potensi bencana alam.

Yang menjadi perhatian publik adalah minimnya informasi mengenai langkah-langkah pengawasan, penindakan, maupun upaya penyelamatan kawasan hutan oleh pihak Perhutani. Kondisi tersebut memunculkan persepsi di tengah masyarakat seolah-olah pengelola kawasan hutan tidak menjalankan fungsi pengawasannya secara optimal.

Berbagai pertanyaan pun mengemuka. Mengapa kawasan hutan yang dahulu lebat kini menjadi gundul? Siapa pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya tegakan pohon jati tersebut? Apakah telah dilakukan penyelidikan terhadap dugaan praktik illegal logging? Dan apakah terdapat unsur kelalaian atau bahkan dugaan keterlibatan oknum tertentu yang menyebabkan kerusakan kawasan hutan tersebut?

Media ini menegaskan bahwa dugaan adanya praktik kongkalikong antara pelaku illegal logging dengan oknum tertentu belum terbukti dan harus dibuktikan melalui proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum. Oleh karena itu, diperlukan langkah cepat dari Perhutani, Kepolisian, serta instansi terkait untuk melakukan audit menyeluruh, investigasi lapangan, dan mengungkap fakta secara transparan kepada publik.

Baca Juga:  Polantas Menyapa Masyarakat Tentang Mekanisme Perpanjangan STNK Dan Pajak Tahunan  

Apabila ditemukan adanya unsur pidana, maka pelaku penebangan liar maupun pihak yang terbukti lalai atau terlibat wajib diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu. Negara tidak boleh kalah oleh praktik perusakan hutan yang mengancam kelestarian lingkungan dan merugikan kepentingan masyarakat luas.

Hingga berita ini disusun, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak Perhutani terkait kondisi kawasan hutan di Desa Bengkle, Kecamatan Wonosamodro, termasuk langkah pengawasan dan penindakan yang telah dilakukan. Demi menjaga keberimbangan pemberitaan, tanggapan resmi dari Perhutani akan dimuat pada pemberitaan selanjutnya.

 

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Melihat Suami Dihajar & Dibawa Paksa, istri Fam Fuk Tjhong/UUN Berlinang Air Mata, Trauma Berat, Kini Suara Ketukan Pintu Jadi Teror  Istri Uun Alami Trauma Berat dan Minta Perlindungan LPSK
KESATRIA JAWA BERSATU DPD JAWA TENGAH GANDENG CYBERTNI.ID, SALURKAN SEMBAKO DALAM PROGRAM JUMAT BERKAH DI MOJOSONGO BOYOLALI
Polres Jombang Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pemahaman AI kepada Siswa SMK Global
Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”
POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin
GNTP Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Tegas, Profesional, dan Berkeadilan dalam Pemberantasan Korupsi
Personel Polsek Jombang Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Plosogeneng
Pimpinan Umum Media CyberTNI.id Ahmad Wibisono, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penyerangan Kehormatan
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Melihat Suami Dihajar & Dibawa Paksa, istri Fam Fuk Tjhong/UUN Berlinang Air Mata, Trauma Berat, Kini Suara Ketukan Pintu Jadi Teror  Istri Uun Alami Trauma Berat dan Minta Perlindungan LPSK

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:28 WIB

KESATRIA JAWA BERSATU DPD JAWA TENGAH GANDENG CYBERTNI.ID, SALURKAN SEMBAKO DALAM PROGRAM JUMAT BERKAH DI MOJOSONGO BOYOLALI

Jumat, 28 Agustus 2026 - 05:30 WIB

Polres Jombang Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pemahaman AI kepada Siswa SMK Global

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:49 WIB

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:06 WIB

POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin

Berita Terbaru