Kebersamaan TNI-Polri Dan Warga Ngentrong Trenggalek Terjalin Kuat Dalam Tradisi Bersih Desa

- Penulis

Sabtu, 1 November 2025 - 05:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id | Trenggalek,Sabtu 01 November 2025 – Semangat kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat kembali tergambar nyata di Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (1/11/2025). Babinsa Ngentrong Sertu Budi Kurniawan dari Koramil 0806-08/Karangan bersama unsur tiga pilar desa dan tokoh masyarakat melaksanakan kegiatan ziarah makam leluhur dalam rangka tradisi tahunan Bersih Desa Ngentrong.

Kegiatan yang sarat makna budaya dan spiritual ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus bentuk nyata sinergitas antara aparat keamanan dan pemerintah setempat. Dalam suasana penuh khidmat, masyarakat bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas menabur bunga serta memanjatkan doa di makam leluhur desa sebagai penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa bagi Desa Ngentrong.

Sertu Budi Kurniawan menuturkan, Bersih Desa merupakan tradisi turun-temurun yang mengandung nilai luhur dan menjadi bagian dari identitas masyarakat pedesaan. “Bersih Desa bukan sekadar ritual tahunan, tetapi simbol rasa syukur masyarakat atas rezeki dan keselamatan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Babinsa yang dikenal aktif dalam pembinaan teritorial itu menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam kegiatan adat seperti ini bukan hanya bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya, tetapi juga sarana mempererat hubungan dengan masyarakat. “Kami dari TNI selalu berkomitmen hadir di tengah rakyat. Tradisi seperti ini memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan,” imbuhnya.

Kepala Desa Ngentrong, Nurhadi Sofwan, turut mengapresiasi sinergitas yang terbangun antara TNI, Polri, dan pemerintah desa. Menurutnya, kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan sosial maupun adat memberi dampak positif bagi masyarakat. “Warga merasa lebih aman dan kompak karena didampingi aparat. Ini contoh nyata bahwa sinergi tiga pilar benar-benar dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Kasus Penemuan Mayat di Megaluh, Pelaku Pembunuhan Berhasil Diringkus

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Ngentrong, Aipda Joko Utomo, menambahkan bahwa kegiatan Bersih Desa bukan sekadar pelestarian budaya, melainkan juga wadah memperkuat sinergitas lintas sektor. “TNI, Polri, dan pemerintah desa harus terus bergandengan tangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Lewat kebersamaan seperti ini, situasi desa akan selalu kondusif,” katanya.

Rangkaian Bersih Desa tahun ini tidak hanya diisi dengan ziarah makam, tetapi juga kerja bakti membersihkan lingkungan, pemasangan umbul-umbul, dan doa bersama di balai desa. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, perangkat desa, hingga karang taruna, terlibat aktif dalam kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan tersebut

Tradisi Bersih Desa Ngentrong dikenal sebagai salah satu agenda budaya yang masih terjaga di tengah arus modernisasi. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur terus diwariskan agar tidak hilang oleh perkembangan zaman. “Kami ingin generasi muda tetap mengenal dan bangga pada tradisi lokalnya. Inilah warisan yang harus dijaga,” ujar Supriyadi.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergitas TNI-Polri dengan masyarakat tidak hanya terlihat dalam bidang keamanan, tetapi juga dalam upaya melestarikan budaya dan memperkuat karakter kebangsaan. Melalui tradisi seperti Bersih Desa, nilai nasionalisme tumbuh dari akar budaya masyarakat itu sendiri.

Dengan semangat Bersih Desa yang terus dijaga, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, dan warga Desa Ngentrong menjadi contoh nyata kolaborasi yang harmonis. “Selama TNI dan rakyat bersatu, keamanan dan kesejahteraan akan selalu terjaga,” pungkas Sertu Budi Kurniawan.

 

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”
POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin
GNTP Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Tegas, Profesional, dan Berkeadilan dalam Pemberantasan Korupsi
Personel Polsek Jombang Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Plosogeneng
Pimpinan Umum Media CyberTNI.id Ahmad Wibisono, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penyerangan Kehormatan
Ketua Umum GNTP Apresiasi Surat Terbuka Mahfud MD kepada Presiden Prabowo, Dorong Penegakan Hukum Sesuai Kewenangan dan Prosedur
Ketum FERADI WPI Bagikan Kesaksian Rohani, Mengaku Mendapat Rhema dari Mazmur 91:7
FERADI WPI dan Korban Hormati Klarifikasi Ketua DPRD Lebak, Serahkan Pembuktian kepada Penyidik Polda Banten
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:49 WIB

Ketua Umum GNTP: Korupsi Berawal dari Politik Berbiaya Tinggi, Negara Harus Memutus Mata Rantai “Bisnis Kekuasaan”

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:06 WIB

POLDA BANTEN Kenapa Terkesan Takut Diwawancara Wartawan Terkait Kasus UUN/FamFukTjhong, Ketum FERADI WPI Prihatin

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:24 WIB

GNTP Tegaskan Dukungan terhadap Penegakan Hukum yang Tegas, Profesional, dan Berkeadilan dalam Pemberantasan Korupsi

Jumat, 24 Juli 2026 - 04:45 WIB

Personel Polsek Jombang Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Plosogeneng

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:24 WIB

Pimpinan Umum Media CyberTNI.id Ahmad Wibisono, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penyerangan Kehormatan

Berita Terbaru