KESATRIA JAWA BERSATU DAN PNIB PERKUAT KOLABORASI STRATEGIS, SIAP JADI BENTENG IDEOLOGI BANGSA DI ERA TEKNOLOGI

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id | Jombang,24 Januari 2026 — Dalam upaya memperkuat ketahanan ideologi bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan penetrasi teknologi digital, Ketua Umum Kesatria Jawa Bersatu (KJB), Ahmad Wibisono, bersama salah satu Pendiri Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), Drs. AKH. Baidhowi MTS, menggelar pertemuan rapat terbatas yang sarat makna dan strategis. Pertemuan tersebut secara khusus membahas kolaborasi nasional antara KJB dan PNIB dalam mengantisipasi serta menangkal berbagai ancaman laten terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rapat terbatas ini menyoroti secara serius bahaya radikalisme, terorisme, makar, kudeta, serta gerakan ideologis menyimpang lainnya yang kini tidak lagi hadir secara konvensional, melainkan menyusup secara masif melalui teknologi digital, media sosial, dan ruang siber. Kedua tokoh sepakat bahwa ancaman terhadap bangsa saat ini bersifat senyap, sistematis, dan terstruktur, sehingga memerlukan kesiapsiagaan kolektif dari seluruh elemen masyarakat sipil yang memiliki komitmen kebangsaan.

Ketua Umum Kesatria Jawa Bersatu, Ahmad Wibisono, menegaskan bahwa KJB sejak awal berdiri berkomitmen sebagai penjaga marwah ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Menurutnya, bangsa Indonesia saat ini menghadapi bentuk penjajahan baru yang tidak kasat mata, yakni penjajahan ideologi dan budaya melalui teknologi, yang jika tidak diantisipasi secara serius dapat merusak sendi-sendi persatuan nasional.

“Kesatria Jawa Bersatu hadir bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi sebagai garda ideologis bangsa. Ketika Pancasila dan UUD 1945 mulai diredam, diselewengkan, bahkan diserang melalui narasi digital, maka KJB berdiri di barisan terdepan untuk meluruskannya,” tegas Ahmad Wibisono dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, Pendiri PNIB, Drs. AKH. Baidhowi MTS, menyampaikan bahwa Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu memiliki visi yang sejalan dengan KJB, yakni menjaga keutuhan Nusantara dari segala bentuk infiltrasi ideologi yang bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Koramil 11/Girsang Sipangan Bolon Gelar Patroli Siskamling, Jaga Parapat Tetap Aman Dan Kondusif

Ia menekankan bahwa gerakan radikal dan makar saat ini kerap menggunakan pendekatan halus melalui doktrin, konten provokatif, dan manipulasi informasi di ruang digital.
“PNIB melihat bahwa ancaman terbesar bangsa hari ini bukan hanya senjata, tetapi narasi.

Narasi yang memecah belah, menyesatkan generasi muda, dan menjauhkan rakyat dari Pancasila. Karena itu, kolaborasi dengan Kesatria Jawa Bersatu adalah langkah strategis dan visioner,” ujar Baidhowi.

Salah satu poin penting yang dibahas dalam rapat tersebut adalah *penguatan yang menumbuhkan rasa Nasionalisme diantaranya dengan kegiatan rutin ” Kirab Merah Putih, Ngaji Pancasila dan Kebangsaan ”, sebagai program yang di gagas sejak beberapa tahun yang lalu oleh Ketum PNIB Waluyo Wasis Nugroho ( Gus Wal ) panggilan akrabnya. Hal tersebut merupakan bagian dari strategi, yang sekaligus* sebagai media edukasi ideologis kepada masyarakat. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai ruang pembinaan kesadaran kebangsaan, khususnya bagi generasi muda agar tidak mudah terpapar paham radikal dan anti-NKRI.

Melalui kolaborasi ini, KJB dan PNIB sepakat untuk membangun sinergi program yang terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis nilai-nilai kearifan lokal Nusantara, guna menghadirkan benteng moral, ideologi, dan kebangsaan yang kokoh di tengah tantangan zaman.

Pertemuan tersebut menjadi penegasan bahwa Kesatria Jawa Bersatu dan Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu tidak hanya berbicara pada tataran wacana, tetapi siap bergerak nyata menjaga persatuan, melindungi ideologi negara, dan memastikan Pancasila tetap menjadi roh kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan kolaborasi strategis ini, KJB dan PNIB meneguhkan diri sebagai kekuatan moral rakyat, penjaga nilai luhur Nusantara, serta mitra strategis bangsa dalam menghadapi ancaman ideologis di era digital. NKRI harga mati, Pancasila adalah jiwa bangsa, dan Nusantara harus tetap berdiri utuh sepanjang masa.

 

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penuh Makna, Warga Dronjong Gelar Sholat Idul Fitri dan Doa Bersama untuk Leluhur
Wamen PU Tinjau Posko Ngawi, Pastikan Kesiapan Jalur Mudik Dan Antisipasi Banjir Di Ruas Solo–Mojokerto
Dugaan Setingan OTT di Mojokerto, Ahmad Wibisono SH Kecam Keras Oknum Advokat dan APH
Polres Jombang Seret Pemilik Sound Horeg Ke Meja Hijau Usai Lebaran
Wartawan Ditangkap dalam OTT, Muncul Dugaan Rekayasa Kasus
Satgas Yonif 743/PSY Berikan Layanan Kesehatan Gratis Door To Door Di Kampung Talilime
Santunan Dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim Dan Dhuafa Roudlotul Jannah Diselenggarakan Oleh Haji Nuur Hadi Di Sambibulu Taman Sidoarjo
Semarak Ramadhan, Mushola Yahya’ Arifin Pemalang Gelar Buka Puasa Bersama dan Tadarus Al-Qur’an
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 01:37 WIB

Penuh Makna, Warga Dronjong Gelar Sholat Idul Fitri dan Doa Bersama untuk Leluhur

Jumat, 20 Maret 2026 - 05:38 WIB

Wamen PU Tinjau Posko Ngawi, Pastikan Kesiapan Jalur Mudik Dan Antisipasi Banjir Di Ruas Solo–Mojokerto

Rabu, 18 Maret 2026 - 08:23 WIB

Dugaan Setingan OTT di Mojokerto, Ahmad Wibisono SH Kecam Keras Oknum Advokat dan APH

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:40 WIB

Polres Jombang Seret Pemilik Sound Horeg Ke Meja Hijau Usai Lebaran

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:27 WIB

Wartawan Ditangkap dalam OTT, Muncul Dugaan Rekayasa Kasus

Berita Terbaru

Berita

Wartawan Ditangkap dalam OTT, Muncul Dugaan Rekayasa Kasus

Selasa, 17 Mar 2026 - 06:27 WIB