Pemuda Jombang Rukun Bersatu (PJR) Lahir dari Arus Bawah, Tegaskan Komitmen Membela Rakyat Kecil

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id | Jombang – Di tengah derasnya arus politik yang dinilai semakin carut-marut dan menjauh dari kepentingan rakyat kecil, sekelompok pemuda di Kabupaten Jombang mendeklarasikan lahirnya sebuah wadah perjuangan baru bernama Pemuda Jombang Rukun Bersatu (PJR). Organisasi ini hadir sebagai simbol kebangkitan generasi muda yang ingin mengembalikan arah perjuangan politik dan sosial kepada kepentingan masyarakat bawah.

Pemuda Jombang Rukun Bersatu, atau yang disingkat PJR, bukan sekadar komunitas biasa. Ia lahir dari kegelisahan panjang terhadap kondisi ekonomi daerah yang dinilai semakin menguntungkan kalangan elite, sementara masyarakat kecil kian terpinggirkan. Dalam situasi tersebut, PJR memosisikan diri sebagai wadah aspirasi rakyat kecil Jombang mereka yang selama ini merasa tidak memiliki ruang dalam pengambilan kebijakan.
Gerakan ini digagas oleh tujuh pemikir yang menyebut diri mereka sebagai “7 Sekawan”.

Mereka adalah Gus Davi, Mulyo Utomo, Aan Anteb, Ahmad Wibisono, Afan, Agung Mulyanto, dan S. Adi W. Ketujuh tokoh ini berasal dari latar belakang yang beragam, namun dipersatukan oleh kegelisahan yang sama: ketimpangan sosial dan ekonomi yang semakin terasa di tingkat akar rumput.

Menurut para penggagasnya, lahirnya PJR merupakan bentuk konsolidasi arus bawah. “Kami lahir dari rakyat dan untuk rakyat Jombang, khususnya rakyat kecil yang selama ini kurang mendapatkan keberpihakan,” tegas salah satu penggagas dalam pernyataannya.

Mereka menilai, pembangunan daerah seharusnya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan angka-angka makro, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan nyata masyarakat kecil petani, pedagang kecil, buruh, dan pelaku usaha mikro.

PJR menegaskan bahwa semangat “rukun bersatu” bukan hanya slogan, melainkan prinsip dasar gerakan. Di tengah polarisasi politik yang tajam, PJR ingin menghadirkan ruang persatuan lintas golongan, suku, dan latar belakang sosial demi kepentingan bersama masyarakat Jombang.

Baca Juga:  NU Kendalsari Aktif Gelar Kegiatan Keagamaan Dan Sosial,Warga Tetap Kompak

Organisasi ini menolak praktik politik transaksional dan elitis yang dinilai semakin menjauhkan rakyat dari pusat pengambilan keputusan.

Kehadiran Pemuda Jombang Rukun Bersatu juga menjadi penanda kebangkitan generasi muda dalam menentukan arah masa depan daerah.

PJR berkomitmen untuk menjadi jembatan antara aspirasi rakyat kecil dengan pemangku kebijakan, sekaligus menjadi kekuatan kontrol sosial yang kritis dan konstruktif.

Dengan mengusung semangat kebersamaan dan keberpihakan terhadap rakyat kecil, PJR membuka diri bagi seluruh elemen masyarakat yang memiliki visi serupa. Para penggagasnya menegaskan bahwa gerakan ini tidak dibangun untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan sebagai wadah kolektif perjuangan masyarakat Jombang.

Di tengah dinamika politik dan ekonomi yang terus berubah, Pemuda Jombang Rukun Bersatu hadir membawa pesan tegas: generasi muda tidak boleh diam. Dari Jombang, sebuah gerakan arus bawah mulai menyuarakan perubahan mengajak rakyat untuk rukun, bersatu, dan memperjuangkan hak-haknya secara bermartabat.

 

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum FERADI WPI Bagikan Kesaksian Rohani, Mengaku Mendapat Rhema dari Mazmur 91:7
FERADI WPI dan Korban Hormati Klarifikasi Ketua DPRD Lebak, Serahkan Pembuktian kepada Penyidik Polda Banten
Sinergitas Perhutani KPH Jombang Bersama Kejaksaan Negri Jaga Aset Negara Dan Kelestarian Hutan
Polsek Kudu Lakukan Pendampingan Penanaman Benih Jagung Bantuan Dinas Pertanian Melalui Polres Jombang
Kasus Hairil Tami, Aiptu Akhmad Rifai Meminta Dokumen Tambahan Untuk Mempercepat Proses Dari Selidik ke Sidik unit II Harda Polres Metro Bekasi Kabupaten
KETUM FERADI WPI Marah, Waketumnya Uun / Fam Fuk Tjhong Diduga Dianiaya / Dikroyok, Waketum Revan Ditunjuk Bentuk Tim Hukum Kawal Kasus Ini
Gabungan Wartawan Indonesia Desak Pengusutan Tuntas, Dugaan Oknum Polisi Akan Dilaporkan ke Propam Polda Jawa Timur
Eko Affandy SE SH (Firma Hukum Subur Jaya–FERADI WPI) Dampingi Pemeriksaan Saksi di SatResKrim Poltestabes Semarang
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 05:51 WIB

Ketum FERADI WPI Bagikan Kesaksian Rohani, Mengaku Mendapat Rhema dari Mazmur 91:7

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:38 WIB

FERADI WPI dan Korban Hormati Klarifikasi Ketua DPRD Lebak, Serahkan Pembuktian kepada Penyidik Polda Banten

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:42 WIB

Sinergitas Perhutani KPH Jombang Bersama Kejaksaan Negri Jaga Aset Negara Dan Kelestarian Hutan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:30 WIB

Polsek Kudu Lakukan Pendampingan Penanaman Benih Jagung Bantuan Dinas Pertanian Melalui Polres Jombang

Senin, 20 Juli 2026 - 10:20 WIB

Kasus Hairil Tami, Aiptu Akhmad Rifai Meminta Dokumen Tambahan Untuk Mempercepat Proses Dari Selidik ke Sidik unit II Harda Polres Metro Bekasi Kabupaten

Berita Terbaru