Buserpantura.id | JOMBANG — Peringatan Nuzulul Qur’an di Kabupaten Jombang dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dalam kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Gadingmangu, sebanyak 150 anak yatim dan sekitar 200 kaum dhuafa menerima santunan berupa paket sembako.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri sejumlah tokoh penting dari unsur pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut Drs. Purwanto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang Dr. H. Muhajir, S.Pd., M.Ag., pimpinan Pondok Pesantren Gadingmangu H. Dawud bin Ali, serta H. Ilham Rohim, S.Ag., M.H.I. Kegiatan dipandu oleh Sutopo, S.Pd.
Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh para pejabat dan tokoh yang hadir di atas panggung kepada perwakilan penerima manfaat. Bantuan berupa paket sembako tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.
Selain penyaluran bantuan sosial, rangkaian acara juga diisi dengan tausiyah dan doa bersama. Dalam ceramahnya, para tokoh agama mengingatkan pentingnya menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai sarana memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Kegiatan santunan ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menumbuhkan semangat berbagi serta kepedulian sosial.
Salah satu panitia kegiatan berharap kegiatan tersebut dapat membawa keberkahan sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus berbagi kepada sesama, terutama bagi anak yatim dan kaum dhuafa.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an yang diisi dengan kegiatan sosial tersebut, nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian di bulan Ramadan diharapkan semakin menguat di tengah masyarakat Jombang.
Jie











