Hutang 500 Ribu Rupiah di Bank Jombang Jadi 70 Juta, Seorang Nenek Terancam Kehilangan Sertifikat Tanah

- Penulis

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id | Jombang – Nasib pilu dialami Nenek Ngatini (69) warga Desa Banjardowo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Sertifikat tanah milik keluarganya terancam disita berikut tanah menyusul adanya tunggakan senilai puluhan juta rupiah di Bank Jombang.

Paini bingung, mendapati tunggakan hutang hingga puluhan juta rupiah. Padahal dalam proses peminjaman kredit ke Bank Jombang Unit Kabuh, ia hanya meminjam uang senilai Rp500 ribu dengan jaminan bukti surat BPKB kendaraan sepeda motor.

Kepada Wartawan Ngatini menjelaskan jika dia menggadaikan surat BPKB sepeda motor jenis Shogun ke Bank Jombang senilai Rp500 ribu. Saat proses pembayaran bunga kredit, petugas Bank Jombang menyampaikan jika jaminan BPKB sepeda motor sudah tidak laku untuk jaminan lagi.

Mendengar hal itu, Ngatini mengaku belum bisa bayar hutang senilai Rp500 ribu itu. Lantas, ia menawarkan mengganti jaminan kredit berupa sertifikat tanah milik anaknya.

“BPKB di sukaaken kulo, kulo mendet sertifikat tanah, ijol-ijolan ngoten, (BPKB dikasihkan saya, saya ambil sertifikat tanah, bertukar gitu,” ucap Ngatini, Rabu (1/7/2026).

Ngatini mengaku ada dua sertifikat yang dijaminkan di Bank Jombang Cabang Kabuh, satu sertifikat atas nama Sukarman dengan SHM nomor 789 seluas 1476 meter persegi terletak di desa Sumberingin, Kecamatan Kabuh, dan juga sertifikat milik putranya.

Untuk jaminan sertifikat atas nama Sukarman, Ngatini mengaku menerima pengucuran kredit sebesar Rp25 juta. Pernah melakukan pengangsuran sebanyak 3 kali, dan setelahnya tidak mengangsur karena ada oknum bernama Nur Ali warga Kecamatan Ngimbang membantu membayarkan ke Bank Jombang.

“Kulo paringaken pak Nur, tirose saget nglunasaken utang kulo ten Bank, (saya kasihkan pak Nur, katanya bisa melunaskan di Bank),” ungkap Ngatini.

Kepada Nur Ali, uang diserahkan oleh Ngatini sebesar Rp55 juta sebagai upaya untuk mengurus pelunasan hutang di Bank Jombang. Namun belakangan, Ia baru tahu jika Nur Ali tidak pernah mengurus pelunasan hutangnya di Bank Jombang.

Baca Juga:  Perhutani KPH Jombang Gandeng Disnakertrans Berikan Pelatihan Keselamatan Kerja Ke Mitra Tenaga Produksi

“Pak Nur mboten nate mriko, kulo ditagih terus sak bendinten kaleh Bank Jombang. (Pak Nur tidak pernah kesana, saya ditagih terus setiap hari sama Bank Jombang),” akunya.

Saat penyerahan uang kepada Nur Ali, disaksikan oleh sekitar 7 orang, diantaranya bayan selaku perangkat desa Jokerep bersama istri, wakijo, sukadi, weni, ngatini, dan Nur Ali sendiri. Karena tidak kunjung melakukan pembayaran angsuran, tanah jaminan Ngatini dengan sertifikat atas nama Sukarman disita oleh Bank Jombang.

Sudah kehilangan tanah disita Bank, kehilangan uang Rp55 juta karena dugaan penipuan dilakukan oleh oknum bernama Nur Ali, kini Nenek Ngatini harus menanggung hutang sebanyak Rp70 juta dari Bank Jombang.

“Sertifikat yugo kulo damel jaminan hutang Rp500 ribu, niku kulo kengken nyauri Rp70 juta kaleh Bank Jombang, sampun kulo cicil Rp10 juta. (Sertifikat anak saya untuk jaminan hutang Rp500 ribu, saya suruh membayar Rp70 juta sama Bank Jombang, sudah saya angsur Rp10 juta),” jelasnya.

Dihadapan wartawan Ngatini merasa tidak tahu sama sekali aturan main yang dijalankan oleh Bank Jombang dengan dua sertifikat yang Ia jaminkan. Pasalnya dari dua sertifikat yang ada, Ngatini hanya menerima uang senilai Rp 25.500.000.

Satu sertifikat atas nama mantan suami Sukarman disita oleh Bank, sedangkan sertifikat atas nama anaknya, Ngatini harus melunasi hutang senilai Rp70 juta rupiah.

Langkah konfirmasi ke kantor PT BPR Bank Jombang Kas Kabuh belum membuahkan hasil. Wartawan dijumpai petugas front office bernama Laras dan menyampaikan jika pimpinan bernama Aan sedang berada di Kantor pusat Bank Jombang.(Dandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Cemari Lingkungan, Aktivitas Pabrik Tahu di Jogoroto Dikeluhkan Warga
Kuasa Hukum Bantah Tuduhan Pemerasan terhadap Kliennya, Sebut Terjadi Miskomunikasi dan Mispersepsi
Perhutani KPH Jombang Gandeng Disnakertrans Berikan Pelatihan Keselamatan Kerja Ke Mitra Tenaga Produksi
DPD Partai Nusantara Jaya Jawa Tengah Terus Perkuat Konsolidasi, SK DPC Kabupaten Kendal Resmi Diserahkan
DPD Partai Nusantara Jaya Jawa Tengah Perkuat Konsolidasi, SK DPC Kota Pekalongan Resmi Diserahkan
DPP PARTAI NUSANTARA JAYA RESMI TERBITKAN SK PERUBAHAN SUSUNAN KEPENGURUSAN DPD PNJ JAWA TENGAH
Polres Jombang Gelar Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 Dengan Khidmat
GRIB JAYA BLORA KEMBALI JADI SOROTAN, KARANGAN BUNGA DI POLSEK KEDUNGTUBAN PICU TANDA TANYA PUBLIK
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:47 WIB

Diduga Cemari Lingkungan, Aktivitas Pabrik Tahu di Jogoroto Dikeluhkan Warga

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:01 WIB

Kuasa Hukum Bantah Tuduhan Pemerasan terhadap Kliennya, Sebut Terjadi Miskomunikasi dan Mispersepsi

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:18 WIB

Perhutani KPH Jombang Gandeng Disnakertrans Berikan Pelatihan Keselamatan Kerja Ke Mitra Tenaga Produksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:28 WIB

Hutang 500 Ribu Rupiah di Bank Jombang Jadi 70 Juta, Seorang Nenek Terancam Kehilangan Sertifikat Tanah

Kamis, 2 Juli 2026 - 06:26 WIB

DPD Partai Nusantara Jaya Jawa Tengah Terus Perkuat Konsolidasi, SK DPC Kabupaten Kendal Resmi Diserahkan

Berita Terbaru