Buserpantura.id | Jombang, 17 Januari 2026 — Tergabung dalam Aliansi Rakyat Jombang, memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bahkan, GeNaH turut membuka posko pengaduan rakyat di kawasan Kebon Rojo.
“Alhamdulillah, tuntutan utama dalam gerakan itu tercapai. Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh elemen, termasuk Ketua Aliansi Rakyat Jombang, Pak Hartono,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Hendro mengajak seluruh aktivis, LSM, dan insan pers untuk memperkuat kolaborasi.
“Mari kita bersatu, bergandengan tangan, dan terus berjuang untuk Jombang yang lebih adil dan transparan,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan Polres Jombang yang diwakili Budi Winarno menyampaikan permohonan maaf karena Kapolres Jombang berhalangan hadir. Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas ulang tahun ke-4 GeNaH.
“LSM GeNaH merupakan salah satu LSM yang aktif dan bermanfaat. Semoga ke depan semakin maju dan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat Jombang,” ujarnya.
Dari unsur Pemerintah Kabupaten Jombang, sambutan disampaikan oleh Budi, perwakilan Bupati Jombang dari Kesbangpol.
Ia menyampaikan pesan langsung dari Bupati Jombang yang berhalangan hadir karena tugas kedinasan.
Dalam sambutannya, ia menilai usia empat tahun merupakan fase penting untuk menanamkan pondasi yang kuat.
“LSM tidak hanya berfungsi sebagai kontrol sosial, tetapi juga motivator, pemberdaya masyarakat, dan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan,” katanya.
Pemkab Jombang, lanjutnya, mengapresiasi peran GeNaH yang selama ini dikenal aktif dalam advokasi publik dan pengawasan kebijakan, termasuk sebagai pemantau Pilkada 2024 yang terakreditasi KPU.

“Kami berharap GeNaH terus menjadi mitra kritis yang konstruktif, objektif, beretika, dan bertanggung jawab demi kemaslahatan masyarakat Jombang,” tegasnya.
Sesi refleksi ditutup dengan testimoni dari aktivis senior Jombang, Hadi, yang memberikan pandangan kritis dan penuh pengalaman tentang peran ideal LSM. Ia mengingatkan pentingnya LSM kembali pada fitrah awalnya, yakni penguatan dan edukasi masyarakat.
“Kritik itu penting, tapi harus berpijak pada data, fakta, dan realitas lapangan. LSM bukan untuk memaki atau mencari-cari kesalahan, melainkan memberi pencerahan dan solusi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya autokritik internal agar LSM tidak merasa paling benar, serta tetap menjaga marwah gerakan sosial.
“Empat tahun usia GeNaH adalah momentum evaluasi. Saya melihat GeNaH cukup ‘genah’ dalam gerakannya. Semoga terus tumbuh dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan mengusung semangat “Bersatu Kobarkan Semangat Perjuangan”, Anniversary ke-4 LSM GeNaH menjadi penegasan bahwa perjuangan masyarakat sipil di Jombang masih terus menyala—kritis, kolaboratif, dan berpihak pada kepentingan publik.
( MBS )
Jie











