Kondisi Jalan Terputus Dampak Aktivitas Galian Tambang Batu Bara Di Keluhkan Masyarakat

- Penulis

Senin, 17 November 2025 - 04:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id | KALTIM, Senin (17/11/2025) —Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan dampak lingkungan dari aktivitas tambang batu bara di Desa Amborawang Darat, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kaltim, Rudiansyah, mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi dari masyarakat, namun telah melakukan pengecekan awal di lapangan untuk melihat kondisi terkini di kawasan tersebut.

Meski begitu, menurutnya, tim dari DLH Kaltim telah melakukan verifikasi lapangan sebagai langkah awal untuk memahami kondisi di sekitar wilayah terdampak tambang.

Hasil dari kegiatan itu nantinya akan menjadi dasar tindak lanjut dan klarifikasi apabila ada pertanyaan atau aduan lanjutan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak Otoria Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rudiansyah menjelaskan, sebagian wilayah Amborawang Darat memang berada di kawasan yang masuk dalam wilayah kerja IKN.

Karena itu, setiap persoalan lingkungan di area tersebut perlu dikaji bersama antara pemerintah provinsi dan Otorita IKN.

Warga menyebut lahan mereka kini tergenang air dan akses menuju kebun terputus akibat galian tambang serta perubahan aliran sungai. Hingga kini, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.

(Nang)

Baca Juga:  TNI Gelar LDK di SMKN 1 Panggul Trenggalek, Cetak Siswa Berkarakter Kuar Dan Pemimpin Masa Depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Kasus Penemuan Mayat di Megaluh, Pelaku Pembunuhan Berhasil Diringkus
Milad ke-2 FERADI WPI Digelar di Semarang, Perkuat Komitmen Penegakan Hukum dan Pengembangan Anggota
KESATRIA JAWA BERSATU TERIMA HIBAH TANAH 9.000 METER DARI LETJEN TNI (PURN) JASWADI HS, SIAP JADI PERCONTOHAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL
Perhutani KPH Jombang Bersama Muspika,Tutup Wisata Grojokan Demi Keselamatan Pengunjung Di Nganjuk
Dwi Siswanto, Siswono, Yulianto Kiswocahyono, Noviyadi, Kamari, Sumpah Advokat di Pengadilan Tinggi Surabaya, Melalui FERADI WPI
Sumpah Advokat 17 April 2026 Di Pengadilan Tinggi Surabaya, Diikuti 5 Peserta Dari FERADI WPI
Persiapan Sumpah Advokat FERADI WPI di Pengadilan Tinggi Surabaya
Milad ke-2 FERADI WPI Jadi Momentum Peneguhan Jati Diri dan Semangat Kebersamaan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 07:43 WIB

Polisi Ungkap Kasus Penemuan Mayat di Megaluh, Pelaku Pembunuhan Berhasil Diringkus

Selasa, 21 April 2026 - 06:09 WIB

Milad ke-2 FERADI WPI Digelar di Semarang, Perkuat Komitmen Penegakan Hukum dan Pengembangan Anggota

Sabtu, 18 April 2026 - 07:47 WIB

KESATRIA JAWA BERSATU TERIMA HIBAH TANAH 9.000 METER DARI LETJEN TNI (PURN) JASWADI HS, SIAP JADI PERCONTOHAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL

Sabtu, 18 April 2026 - 04:59 WIB

Perhutani KPH Jombang Bersama Muspika,Tutup Wisata Grojokan Demi Keselamatan Pengunjung Di Nganjuk

Jumat, 17 April 2026 - 03:25 WIB

Dwi Siswanto, Siswono, Yulianto Kiswocahyono, Noviyadi, Kamari, Sumpah Advokat di Pengadilan Tinggi Surabaya, Melalui FERADI WPI

Berita Terbaru