Rebutan Tahta Singgasana Raja Sudah Terjadi Sejak Zaman Dulu Sama -Sama Ikrar

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id | YOGYAKARTA,Jumat (14/11/2025) — Rebutan jadi raja sudah terjadi sejak zaman meninggalnya Amangkurat I, ketika itu Pangeran Puger dan Raden Mas Rahmat sama-sama ikrar jadi raja.

Perpecahan di tubuh Mataram Islam bisa dilacak sejak mangkatkanya Amangkurat I di masa pemberontakan Trunojoyo. Ketika itu, Pangeran Puger yang berusaha mempertahankan Keraton Plered dari pemberontakan mengangkat diri sebagai Sunan Ngalaga sementara di sisi lain Raden Mas Rahmat ditunjuk sebagai pengganti sang ayah dengan gelar Amangkurat II.

Baik Pangeran Puger maupun Raden Mas Rahmat sama-sama putra Amangkurat I tapi dari ibu yang berbeda.

Pangeran Puger adalah putra Amangkurat I dengan Ratu Wetan, permaisuri keduanya, yang berasal dari Kajoran dan masih keturunan Kesultanan Pajang. Dia lahir dengan nama Raden Mas Drajat lalu diangkat menjadi putra mahkota dengan gelar Pangeran Puger. Sementara Raden Mas Rahmat adalah putra Amangkurat I dari Ratu Kulon. Setelah ibunya meninggal dunia dia dibesarkan di Surabaya oleh kakeknya dari pihak ibu, Pangeran Pekik.

Tapi jalan Pangeran Puger menjadi raja tak mulus karena keluarga ibunya dituding menjadi pendukung pemberontakan Trunojoyo. Amangkurat I pun mencabut gelar putra mahkota darinya dan memberikannya kepada Raden Mas Rahmat.

Pemberontakan Trunojoyo semakin dahsyat. Amangkurat I pun melarikan diri ke arah barat ditemani oleh putra mahkota. Dalam kondisi inilah Pangeran Puger ingin membuktikan bahwa tidak semua anggota keluarga Kajoran memihak pangeran dari Madura itu. Dia berjuang mati-matian untuk mempertahankan Keraton Plered.

Tapi sayang, Trunojoyo terlalu kuat untuk Puger. Dia pun menyingkir ke Desa Jenar. Di sana Pangeran Puger membangun Keraton Purwakanda dan mengangkat dirinya sebagai raja bergelar Susuhunan ing Ngalaga atau Sunan Ngalaga.

Setelah memporak-porandakan Plered, Trunojoyo dan pasukannya kembali ke Jawa Timur. Saat itulah Sunan Ngalaga kembali ke keraton dan memproklamasikan dirinya sebagai raja baru Mataram.

Baca Juga:  Dansatgas TMMD 127 Jembrana Pastikan Bedah Rumah Dewa Putu Dika Segera Rampung

Tapi di saat bersamaan, Amangkurat I yang kemudian mangkat dalam pelarian telah mengangkat Raden Mas Rahmat sebagai penggantinya. Dia bergelar Amangkurat II.

Karena Plered diduduki oleh Puger, selain itu juga kondisinya sudah porak-poranda, Amangkurat II memutuskan mencari tempat baru untuk mendirikan keraton baru. Berdirilah Keraton Kartasura, tepatnya pada 1680.

Amangkurat II sejatinya sempat meminta adiknya, Pangeran Puger alias Sunan Ngalaga, untuk mendukung sang kakak. Tapi dia menolak dan terjadilah perang saudara.Hasilnya, Sunan Ngalaga harus menyerah dan pada akhirnya mengakui kedaulatan Amangkurat II sebagai raja Mataram Islam.

 

(Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Sepihak, Oknum Petugas PLN Ambil Paksa MCB Rumah Warga Saat Penghuni Masih di Dalam
Relawan CyberTNI.id Gelar Jum’at Berbagi di Perempatan Sambong, Tebar Kepedulian untuk Pengguna Jalan
Penangkapan Kuswandi Oleh Polresta PATI Terkait Perkara Ashari, Diduga Melanggar KUHAP, Penasehat Hukum Kuswandi Dari Firma Hukum Subur Jaya – FERADI WPI Menyayangkan Hal Tersebut
Kuswandi Bisa Berkumpul Kembali Dengan Anak Istri, Setelah Didampingi Advokat Donny Andretti & Ass. Adv. Surip – Firma Hukum Subur Jaya – FERADI WPI dalam perkara Ashari – Polresta PATI
Kodim 0721/Blora Gelar Koordinasi Teknis Persiapan Launching KDKMP di 55 Titik
Perhutani KPH Jombang Hadiri Rapat Kerja Kwartir Gerakan Pramuka Tahun 2026 Di Jombang
Laptop Hilang Diganti Buku di Bus Sumber Selamat, Diduga Ada Keterlibatan Oknum Crew
Polres Metro Bekasi, Hairil Tami (korban/pelapor) Kecewa Aipda Rifai Tidak Memberi SP2HP  Terbaru, Kapolres Sumarni Disurati Resmi Lawyer Juga Tidak Membalas
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:38 WIB

Diduga Sepihak, Oknum Petugas PLN Ambil Paksa MCB Rumah Warga Saat Penghuni Masih di Dalam

Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:33 WIB

Relawan CyberTNI.id Gelar Jum’at Berbagi di Perempatan Sambong, Tebar Kepedulian untuk Pengguna Jalan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 04:09 WIB

Penangkapan Kuswandi Oleh Polresta PATI Terkait Perkara Ashari, Diduga Melanggar KUHAP, Penasehat Hukum Kuswandi Dari Firma Hukum Subur Jaya – FERADI WPI Menyayangkan Hal Tersebut

Sabtu, 9 Mei 2026 - 04:01 WIB

Kuswandi Bisa Berkumpul Kembali Dengan Anak Istri, Setelah Didampingi Advokat Donny Andretti & Ass. Adv. Surip – Firma Hukum Subur Jaya – FERADI WPI dalam perkara Ashari – Polresta PATI

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:07 WIB

Kodim 0721/Blora Gelar Koordinasi Teknis Persiapan Launching KDKMP di 55 Titik

Berita Terbaru