DIDUGA BEROPERASI TANPA IZIN, KANDANG AYAM BROILER BERKAPASITAS HAMPIR 6.000 EKOR DI DENANYAR JOMBANG TUAI KELUHAN WARGA

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id| JOMBANG – Sebuah usaha peternakan ayam broiler yang berlokasi di Jalan Semeru, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga beroperasi tanpa mengantongi sejumlah perizinan yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan yang dihimpun dari warga sekitar, kandang ayam yang digunakan sebagai usaha penggemukan ayam broiler tersebut memiliki populasi yang diperkirakan mencapai hampir 6.000 ekor. Namun hingga saat ini diduga belum mengantongi berbagai dokumen legalitas yang menjadi syarat dasar operasional usaha peternakan.

Saat dikonfirmasi oleh sejumlah awak media, pihak pengelola yang disebut berinisial ALX awalnya terkesan menghindari pertanyaan terkait legalitas usaha yang dijalankan. Setelah didesak dengan sejumlah pertanyaan, yang bersangkutan akhirnya mengakui bahwa usaha tersebut belum memiliki berbagai dokumen perizinan yang dipersyaratkan.

Adapun dokumen yang diduga belum dimiliki antara lain izin usaha peternakan, dokumen persetujuan lingkungan, sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV), surat keterangan kelayakan kandang, hingga dokumen yang berkaitan dengan pengendalian penyakit hewan dan sanitasi peternakan.

Warga sekitar mengaku menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari keberadaan usaha peternakan tersebut. Keluhan utama yang disampaikan adalah bau menyengat yang muncul hampir setiap hari, terutama saat cuaca panas dan arah angin menuju pemukiman penduduk. Selain itu, populasi lalat yang meningkat secara signifikan juga menjadi keluhan yang terus disampaikan warga sejak kandang tersebut mulai beroperasi.

“Kalau dulu tidak pernah sebanyak ini lalatnya. Setelah kandang ayam beroperasi, jumlah lalat meningkat drastis dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Dalam perspektif hukum, setiap kegiatan usaha yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup wajib memenuhi berbagai persyaratan administrasi dan lingkungan sebelum beroperasi.

Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Baca Juga:  Babinsa Dan Warga Desa Noemeto Gotong Royong Cor Jalan Rabat

Pasal 22 menegaskan bahwa setiap usaha dan/atau kegiatan yang berdampak terhadap lingkungan hidup wajib memiliki dokumen lingkungan sesuai tingkat risiko dan skala usahanya.

Selain itu, Pasal 67 UU Nomor 32 Tahun 2009 menyatakan bahwa setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Apabila terbukti menjalankan usaha tanpa memenuhi persetujuan lingkungan yang dipersyaratkan, pelaku usaha dapat dikenakan sanksi administratif hingga penghentian kegiatan usaha sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

Tidak hanya itu, dalam sektor peternakan, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 juga mengatur bahwa usaha peternakan wajib memenuhi aspek kesehatan hewan, biosekuriti, kesejahteraan hewan, sanitasi, serta ketentuan kesehatan masyarakat veteriner.

Keberadaan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) sendiri merupakan bukti bahwa suatu unit usaha telah memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, berdasarkan ketentuan mengenai penyelenggaraan usaha berbasis risiko, pelaku usaha juga diwajibkan memiliki perizinan berusaha yang diterbitkan melalui sistem perizinan yang berlaku sesuai tingkat risiko usahanya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Jombang, Dinas Peternakan, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, serta instansi terkait segera melakukan pemeriksaan lapangan secara menyeluruh terhadap legalitas dan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh usaha peternakan tersebut.

Apabila ditemukan adanya pelanggaran administrasi maupun pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup, warga meminta agar pemerintah tidak ragu mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi melindungi hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat dan nyaman.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola usaha peternakan tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait tindak lanjut pengurusan perizinan maupun langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi dampak lingkungan yang dikeluhkan warga.

 

 

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APH Jangan Tutup Mata! Dugaan Pengeroyokan Wartawan Usai Ungkap Pembakaran Limbah Karung Harus Diusut Tuntas
Waketum Adv. Suwanto SH MH kalungkan Slempang DPC kepada Ketua Adv. Erwin Maulana Tandai Dilantiknya DPC FERADI WPI Kota Bogor
Pengurus DPC FERADI WPI Jakarta Timur dilantik, Waketum Bianca Kalungkan Slempang Kepada Ketua Zainil Yasni
Tumpukan Limbah Glangsing di Pinggir Jalan Mojokrapak Diduga Langgar Aturan, Aparat Diminta Bertindak Tegas
Anjangsana HUT Ke-80 Pomad, Subdenpom V/2-5 Jombang Teguhkan Semangat “Pomad Prima” dan Hormati Jasa Purnawirawan
Sigit Wibowo Siap Besarkan PNJ di Klaten, Fokus Bangun Struktur Hingga Tingkat Desa
Wujud Dukungan Ketahanan Pangan, Polisi Kawal Pengiriman 10 Ton Jagung ke Bulog Jombang
DPC FERADI WPI Jakarta Timur Gelar Pelantikan Pengurus Ketua Umum FERADI WPI Hadir Langsung
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:06 WIB

APH Jangan Tutup Mata! Dugaan Pengeroyokan Wartawan Usai Ungkap Pembakaran Limbah Karung Harus Diusut Tuntas

Kamis, 11 Juni 2026 - 03:49 WIB

Waketum Adv. Suwanto SH MH kalungkan Slempang DPC kepada Ketua Adv. Erwin Maulana Tandai Dilantiknya DPC FERADI WPI Kota Bogor

Kamis, 11 Juni 2026 - 03:34 WIB

Pengurus DPC FERADI WPI Jakarta Timur dilantik, Waketum Bianca Kalungkan Slempang Kepada Ketua Zainil Yasni

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:22 WIB

Tumpukan Limbah Glangsing di Pinggir Jalan Mojokrapak Diduga Langgar Aturan, Aparat Diminta Bertindak Tegas

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:33 WIB

Anjangsana HUT Ke-80 Pomad, Subdenpom V/2-5 Jombang Teguhkan Semangat “Pomad Prima” dan Hormati Jasa Purnawirawan

Berita Terbaru