TNI–Polri Bergandengan Tangan Evakuasi ODGJ Di Trenggalek: Sebuah Ikhtiar Kemanusiaan

- Penulis

Sabtu, 15 November 2025 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buserpantura.id | Trenggalek, Sabtu 15 November 2025 – Sinergi aparat kewilayahan kembali terlihat kuat di Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Sabtu (15/11/2025), seorang warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) bernama Wahid Cahyo Purnomo, warga RT 12 RW 02 Dusun Krandon, Desa Kerjo, dievakuasi menuju Shelter Kesehatan Jiwa Kabupaten Trenggalek di Desa Karangsoko. Proses evakuasi dilakukan melalui kolaborasi Babinsa Kerjo Sertu Anwar, Bhabinkamtibmas Aipda Didik, serta perawat jiwa dari UPT Puskesmas Karangan.

Wahid diketahui kerap mengamuk dan membahayakan diri sendiri serta warga sekitar dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat aparat TNI–Polri bersama tenaga kesehatan bergerak cepat untuk memberikan penanganan medis yang tepat. Kehadiran petugas menjadi bukti nyata komitmen pembinaan dan perlindungan masyarakat di wilayah desa binaan.

Sebelum evakuasi dilakukan, Babinsa Sertu Anwar dan Bhabinkamtibmas menyambangi keluarga pasien untuk melakukan pendekatan persuasif. Langkah ini dilakukan agar proses penanganan berjalan tanpa menimbulkan trauma bagi pasien maupun keresahan warga. Menurut Sertu Anwar, pendekatan humanis menjadi kunci keberhasilan ketika berhadapan dengan warga ODGJ.

Setibanya di rumah Wahid, tim gabungan kembali melakukan pendekatan komunikatif dengan bahasa yang tenang dan terukur. Perawat jiwa dari Puskesmas Karangan turut memberikan penjelasan lengkap kepada keluarga terkait prosedur medis yang akan dilalui. Proses berlangsung kondusif, meski Wahid sempat menunjukkan penolakan karena merasa gelisah.

Setelah dilakukan penenangan oleh petugas kesehatan, Wahid akhirnya bersedia untuk dievakuasi. Ia kemudian dibawa menggunakan kendaraan kesehatan dengan pengawalan aparat TNI–Polri. Perjalanan menuju shelter dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pasien.

Sesampainya di Shelter Kesehatan Jiwa Kabupaten Trenggalek, Wahid langsung menjalani pemeriksaan awal oleh tenaga medis. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kejiwaan dan menentukan terapi lanjutan yang akan diberikan. Keluarga turut mendapatkan arahan serta informasi mengenai perkembangan pasien.

Baca Juga:  Ketua Paguyuban Kades Kabupaten Kediri Di Tetapkan Tersangka Dugaan Tindak Pidana Seleksi Perangkat Desa Tahun 2023

Sertu Anwar menegaskan bahwa upaya ini dilakukan demi keselamatan bersama dan masa depan pasien. “Kami ingin memastikan Pak Wahid mendapatkan perawatan yang profesional dan komprehensif. Harapannya, setelah menjalani terapi, kondisi beliau bisa lebih stabil,” ujar Sertu Anwar.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Aipda Didik menyebut penanganan ODGJ adalah bagian dari tanggung jawab sosial aparat keamanan. “Sinergi TNI–Polri bersama tenaga medis sangat penting untuk memastikan masyarakat merasa aman dan terlindungi,” katanya.

Puskesmas Karangan juga mengapresiasi upaya cepat Koramil 0806-08/Karangan dan Polsek Karangan dalam membantu proses evakuasi. Menurut pihak puskesmas, dukungan aparat mempercepat penanganan terutama ketika kondisi pasien berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi efektif antara TNI–Polri dan tenaga kesehatan dalam menangani warga ODGJ di tingkat desa. Selain meningkatkan rasa aman warga, langkah tersebut sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap aspek kemanusiaan dan stabilitas lingkungan sosial di Trenggalek.

 

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buserpantura.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Kasus Penemuan Mayat di Megaluh, Pelaku Pembunuhan Berhasil Diringkus
Milad ke-2 FERADI WPI Digelar di Semarang, Perkuat Komitmen Penegakan Hukum dan Pengembangan Anggota
KESATRIA JAWA BERSATU TERIMA HIBAH TANAH 9.000 METER DARI LETJEN TNI (PURN) JASWADI HS, SIAP JADI PERCONTOHAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL
Perhutani KPH Jombang Bersama Muspika,Tutup Wisata Grojokan Demi Keselamatan Pengunjung Di Nganjuk
Dwi Siswanto, Siswono, Yulianto Kiswocahyono, Noviyadi, Kamari, Sumpah Advokat di Pengadilan Tinggi Surabaya, Melalui FERADI WPI
Sumpah Advokat 17 April 2026 Di Pengadilan Tinggi Surabaya, Diikuti 5 Peserta Dari FERADI WPI
Persiapan Sumpah Advokat FERADI WPI di Pengadilan Tinggi Surabaya
Milad ke-2 FERADI WPI Jadi Momentum Peneguhan Jati Diri dan Semangat Kebersamaan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 07:43 WIB

Polisi Ungkap Kasus Penemuan Mayat di Megaluh, Pelaku Pembunuhan Berhasil Diringkus

Selasa, 21 April 2026 - 06:09 WIB

Milad ke-2 FERADI WPI Digelar di Semarang, Perkuat Komitmen Penegakan Hukum dan Pengembangan Anggota

Sabtu, 18 April 2026 - 07:47 WIB

KESATRIA JAWA BERSATU TERIMA HIBAH TANAH 9.000 METER DARI LETJEN TNI (PURN) JASWADI HS, SIAP JADI PERCONTOHAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL

Sabtu, 18 April 2026 - 04:59 WIB

Perhutani KPH Jombang Bersama Muspika,Tutup Wisata Grojokan Demi Keselamatan Pengunjung Di Nganjuk

Jumat, 17 April 2026 - 03:25 WIB

Dwi Siswanto, Siswono, Yulianto Kiswocahyono, Noviyadi, Kamari, Sumpah Advokat di Pengadilan Tinggi Surabaya, Melalui FERADI WPI

Berita Terbaru